27 Februari 2024

Beranda » PAPDESI dan PPDI Kabupaten Banyumas Mendukung Penuh dalam Proses Hukum Kasus Pemerasan oleh Oknum Ketua Lembaga Anti Korupsi

PAPDESI dan PPDI Kabupaten Banyumas Mendukung Penuh dalam Proses Hukum Kasus Pemerasan oleh Oknum Ketua Lembaga Anti Korupsi

1 min read

SUARAJAVAINDO.COM,BANYUMAS-
Beberapa kasus dan pemerasan yang berkembang dan santernya pemberitaan dari masyarakat dan media terkait adanya aksi menentang arogansi dan kasus pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Ketua Lembaga Penggiat Anti Korupsi besar yang ada di Indonesia khususnya pada wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan sekitarnya menjadi sangat ramai menjadi bahan pembicaraan sampai ke penjuru Jawa Tengah bahkan secara nasional.Rabu – (28/04/2021)

Banyaknya korban terutama para Kepala Desa yang mengeluh dan merasa gelisah dengan adanya perlakuan dan tindakan dari oknum yang mengatasnamakan Lembaga Anti Korupsi tersebut, oleh sebab itu seperti adanya dugaan yang dilakukannya khususnya pada Desa Sibrama dan desa lainnya di wilayah Kabupaten Banyumas membuka langkah strategis terkait adanya permasalahan dan kasus yang telah lama menjadi sumber keresahan para Kepala Desa tersebut yang pada akhirnya sepakat untuk melakukan kegiatan rapat bersama secara kompak dengan melakukan pernyataan mendukung pihak Polresta Banyumas dalam mengungkap dan mengusut tuntas permasalahan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Lembaga Anti Korupsi ternama tersebut.

Kemudian atas pernyataan sikap tersebut, para Kepala Desa mendapatkan dukungan baik dari Gubernur, Kapolda, Bupati, Wakil Bupati dan para pejabat struktural baik APIP dan APH Kabupaten Banyumas untuk menegakkan keadilan yang seadil-adilnya agar permasalahan dapat dituntaskan dan mengembalikan situasi yang kondusif bagi proses pelaksanaan tata pemerintahan di Kabupaten Banyumas.

Hal tersebut sudah santer tidak hanya pada wilayah Kabupaten Banyumas saja bahkan sampai pusat dengan adanya permasalahan dan kasus yang telah dilakukan oknum dari Lembaga Penggiat Anti Korupsi tersebut sampai dilaporkan langsung kepada Gubernur dan Kapolda Jawa Tengah oleh agar sesegera ditindak lanjuti.

(Ad)