30 Januari 2023

Beranda » MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang Gelar Sosialisasi IKM dan Modul Ajar

MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang Gelar Sosialisasi IKM dan Modul Ajar

2 min read

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COM –
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Kota Semarang menggelar sosialisasi Implrmentasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Modul Ajar yang berlangsung di ruang Multimedia SMA Negeri 3 Semarang, Rabu (25/1/2023).

Kegiatan MGMP diikuti sejumlah 35 Guru Seni Budaya ( Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Drama ).

Pembina MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang yang juga Kepala SMA Negeri 13 Semarang,Rusmiyanto,S.Pd.M.Pd dalam sambutannya menuturkan MGMP dilaksanakan secara berkala untuk komunikasi belajar secara rutin karena ini sebagai wadah strategis diera pandemi menuju era endemi.

Banyak arus besar baru di dunia pendidikan karena era saat ini bukan kompetisi tetapi era berbagi dan saling menginspirasi,” tuturnya.

Menurutnya MGMP saat ini bisa mulai digiatkan secara musyawarah. Di MGMP Seni budaya banyak indikator, tidak hanya saling berbagi tapi banyak menginspirasi.

Kita punya peluang peluang baru misal kolaborasi event besar di Taman Indonesia Kaya, bisa pamer karya, bedah karya, study karya yang saling menunjang,” ujar Rusmiyanto

MGMP punya kekuatan dari masing masing sekolah kemudian baru mengadakan event baik di seni teater, seni tari, seni rupa maupun seni musik.

Kami berharap seni budaya mempunyai program kedepan yang bisa menginspirasi,” pungkasnya.

Sementara Ketua MGMP Seni Budaya SMA Kota Semarang, Anik Purwati,M.Pd saat menyampaikan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Modul Ajar mengatakan sosialisasi IKM sudah diawali pada bulan September 2022 melalui daring yang difasilitasi oleh Disdikbud Jateng.

IKM merupakan produk yang bagus sementara sudah sekitar 80 persen disampaikan secara masif. Kedepannya di tahun 2024 IKM wajib diterapkan di sekolah seluruh Indonesia,” ucapnya.

Di Kurikulum Merdeka memang berbeda dengan Kurikulum 2013. di kurikulum merdeka benar benar merdeka baik siswanya maupun gurunya. Yang menjadi permasalahan khususnya untuk mapel seni budaya, kalau benar benar diterapkan bisa repot karena masing masing sekolah fasilitasnya tidak sama karena kita melihatnya juga dari nilai lingkungan karena alam menjadi pusatnya peserta didik,” ujar Anik.

Tuntutan dari pemerintah pembelajaran kita termasuk yang harus terseleksi.Seni Budaya masing masing sekolah mempunyai unggulan atau kelebihan.

Lebih lanjut Anik menilai pada kurikulum merdeka di Capaian Pembelajaran (CP) disitu banyak CP disitu guru merdeka sekali mau ambil CP apa ? dan CP harus finish semua di kelas 12 nanti.

Dari Capaian Pembelajar guru bisa memilih fase apa. Yang penting CP bisa tercapai selama tiga tahun. Guru bisa memilih ketersediaan SDM dan lingkungan,” ucapnya.

Di CP guru bisa membreakdown menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) lalu dari TP bisa di breakdown lagi menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP),” terang Anik.

Setelah semua sudah bisa terpenuhi baru kita menuju ke Modul Ajar. Dalam K 13 Modul Ajar itu sama dengan Rencana Program Pengajaran (RPP) ada sejumlah 8 komponen kalau Modul Ajar ada 23 komponen.

Anik menambahkan Komponen minimum Mdul Ajar meliputi

  1. Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran)
  2. Langkah langkah atau kegiatan pembelajaran biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  3. Rencana asesmen untuk diawal pembelajaran beserta instrument dan cara penilaiannya. **Taufiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *