4 Februari 2023

Beranda » SLAMETAN DI PUNDEN, KETUA PAKASA PULOKULON : JANGAN HILANGKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

SLAMETAN DI PUNDEN, KETUA PAKASA PULOKULON : JANGAN HILANGKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

2 min read

SUARAJAVAINDO.COM, GROBOGAN- Masyarakat desa masih mempercayai adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur atau yang babat alas (punden). Salah satu tradisi yang masih dilakukan sampai saat ini adalah ritual selamatan desa/dusun.

Pada Januari tahun 2023 ini, Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Pulokulon mengadakan kegiatan pertemuan rutin dua bulan sekali pada tanggal tujuh di setiap pertemuan. Kegiatan rutin kali ini dilaksanakan di punden, prasasti, dan bersejarah, yakni eyang R. DJATI KUSUMO yang berlokasi di Dusun Padangan Desa Panunggalan, Pulokulon, Grobogan, Sabtu (07/01/2023) meskipun diiringi gerimis hujan di malam hari.

Ketua PAKASA Pulokulon, Raden Ngabehi Rifki Projo Suwito menjelaskan Silsilah Eyang Djati Kusumo

Selain Pengurus dan anggota Pakasa Pulokulon, turut hadir sesepuh pinisepuh Dusun Padangan, masyarakat sekitar punden dan tokoh masyarakat Panunggalan Simbah K. Basirun

Setelah pembukaan, Ketua PAKASA Pulokulon, Raden Ngabehi Rifki Projo Suwito memberikan sambutan dengan menyampaikan silsilah Eyang R. DJATI KUSUMO yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar Mbah Tunggon.

Lebih Lanjut, Raden Rifki menjelaskan bahwa mbah tunggon ini  merupakan keturunan dari Sunan Ampel dan trah dari Kerajaan Demak Bintoro.

“Prosesi Sowan ziarah ke makam leluhur Dusun Padangan ini selain untuk memanjatkan doa untuk para leluhur, juga untuk mengingat akan perjuangan dan pengabdian para leluhur terdahulu. Sowan ziarah ini sangat penting agar generasi-generasi muda sekarang ini tidak lupa sejarah tempat dimana kita berpijak.” ucap Ketua Pakasa Pulokulon ini.

Usai sambutan Ketua Pakasa Pulokulon, selanjutnya Simbah K. Basirun selaku tokoh masyarakat dan sesepuh memberikan wejangan dan ular-ular agar bersyukur dan merawat punden Eyang Djati Kusumo serta melestarikan budaya jawa.

K. Basirun selaku tokoh masyarakat dan sesepuh memberikan wejangan dan ular-ular

Dalam wejangannya Simbah K. Basirun memberikan pesan bahwa masyarakat dan generasi muda hendaknya melaksanakan tiga hal pokok untuk punden Eyang Djati Kusumo ini. Tiga hal tersebut yaitu ; 1) merasa ikut memiliki (melu handarbeni), 2) wajib ikut mempertahankan (melu hangrungkebi), 3) serta mawas diri dan berani bertanggung jawab (mulat sariro hangroso wani).

Reporter : Mng. Nur Faizin Dwijo Adiprojo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *