29 Januari 2023

Beranda » Sejumlah Peneliti dari Pefi Lakukan Penanaman Gamal di RPH Jukung

Sejumlah Peneliti dari Pefi Lakukan Penanaman Gamal di RPH Jukung

2 min read

SUARAJAVAINDO.COM, REMBANG –Sejumlah Peneliti dari Perhutani Forest Institute (Pefi) lakukan penanaman bersama dan penelitian di petak 5 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jukung Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Demaan dengan keluasan 2,6 hektar. Selasa 20/12/2022.

Turut mendampingi Kegiatan penanaman Kasmijan Kepala Seksi PSDH dan Perhutanan Sosial (PS), turut mendampingi KSS Tanaman Supriyanto. dan jajaran dari BKPH Demaan. Sedangkan dari Pefi Rika Rahmawati peneliti madya yang diikuti 2 peneliti madya dan anggota peneliti dari Pefi.

Kepala Seksi PSDH dan PS Kasmijan menyampaikan bahwa team dari Pefi ini langsung terjun ke petak petak tanaman gamal yang sudah disiapkan oleh KPH Mantingan. Kebetulan lahan yang kita siapkan seluas 2,6 hektar ini memang untuk di teliti dan lakukan penanaman berada di RPH Jukung BKPH Demaan. “ujar dia.

“Lanjut dia, dengan kehadiran peneliti dari Pefi ini sekaligus dapat mengetahui langsung kekurangan apa yang ada di KPH Mantingan untuk bidang tanaman gamal ini. Karena tanaman gamal ini merupakan tanaman biomassa yang kita siapkan untuk pengganti bahan bakar yang ramah lingkungan.

Sementara itu Rika Rahmawati berharap untuk penanaman gamal ini dilakukan dengan sebaik-baiknya, mengingat tanaman ini nantinya akan kita jadikan sumber bisnis baru sekaligus membantu pemerintah dalam menyiapkan bahan bakar yang ramah lingkungan.”tuturnya.

Dengan kegiatan menanam langsung kami bisa tahu areal tanah yang kita tanam itu cocok apa tidak dan juga kita bisa perjelas untuk perlakuan tanaman di lapangan baik mulai dari angkut bibit sampai dengan penanamannya.”ucapnya.

Gamal merupakan tanaman yang biomassa sebagai tanaman alternatif ramah lingkungan sesuai dengan arahan dari pemerintah dan perhutani secara bisnis juga bisa mengembangkan tanaman ini lebih banyak dan lebih menjanjikan dalam pengembangan bisnis di bidang kehutanan. (Sigit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *