5 Februari 2023

Beranda » Pemkot Semarang Dorong Masyarakat Wajib Beli Produk Lokal

Pemkot Semarang Dorong Masyarakat Wajib Beli Produk Lokal

2 min read

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COM –
Ancaman resesi 2023 dapat berdampak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan bisa turun 5%. Hal ini tentu saja mempengaruhi daya belanja masyarakat Indonesia
dengan pengurangan belanja untuk pembelian barang tahan lama.

Untuk mengantisipasi dampak resesi, Indonesia harus menjadi pasar bagi berbagai komoditas lokalnya. Untuk itu semua pihak memikirkan tindakan dan langkah nyata. Pemerintah daerahpun harus melakukan berbagai skenario untuk memperkuat daya beli masyarakat termasuk mendorong pemanfaatan produk lokal.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman sangat mengapresiasi dan mendukung program pemerintah terkait membeli produk lokal apalagi akan terjadi resesi di 2023.

Yang harus kita lakukan dan gerakkan bersama adalah produk lokal, UMKMnya harus didukung sepenuhnya. Produk produk apa yang diproduksi mereka harus kita beli sehingga perekonomian kita bisa terjaga dengan baik,” ujar Pilus sapaan akrab Kadarlusman saat menjadi nara sumber pada Dialog Bersama Parlemen kota Semarang dengang tema ” Beli Produk lokal ” yang disiarkan secara langsung MNC Trijaya FM di Lobby Gets Hotel Semarang, Kamis (27/10/2020).

Menurutnya seandainya di 2023 terjadi resesi dunia, kalau kita terdampak tidak begitu dahsyat. Bisa mengantisipasi mulai dini dengan mengembangkan dan mendorong bersama UMKM yang berkembang pesat di kota Semarang, diharapkan bisa menjaga kestabilan ekonomi di Indonesia.

“Kami mendorong pemerintah untuk memberikan ruang untuk selalu mensosialisasikan agar UMKM tetap terpelihara dengan baik dan produk produk lokalnya wajib kita beli untuk menghidupi bangsa kita sehingga ekonomi mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Pilus menambahkan peran UMKM sangat besar tapi tanpa peran pemerintah nilainya tidak begitu besar. Oleh karenanya pemerintah diminta untuk ikut campur tangan membesarkan UMKM.

Beberapa tahun lalu keluhan UMKM bisa produksi tapi tidak bisa menjual. Tapisekarang, dukungan pemerintah sudah luar biasa, mereka diberikan ruang, tempat, serta pinjaman supaya bisa memproduksi serta dibantu pemasarannya dengan bimbingan dinas terkait ,” bebernya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakosa mengatakan Pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota sudah mempersiapkan antisipasi seandainya terjadi resesi di 2023.

Untuk itu harus adanya kebijakan kebijakan mengantisipasinya salah satunya penggunaan produk dalam negeri. Pemkot mencoba beberapa inovasi inovasi, konteknya produk produk UMKM agar mampu diserap oleh pemerintah supaya dominan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah.

Budi mengaku pemkot Semarang mencoba beberapa inovasi inovasi pada produk produk UMKM mampu diserap oleh pemerintah didalam pertumbuham ekonomi wilayah, selain berinovasi membuat sekretariat P3DN (Penggunaan Peningkatan Produksi Dalam Negeri) dalam rangka mendorong dan meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri.

Selain itu, tutur Budi, pihaknya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh OPD menjalankan kebijakan P3DN dalam rangka mendukung pengembangan industri dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar di dalam negeri.

Pada kesempatan sama Guru Besar FEB UKSW Salatiga, Prof. Daniel Kameo mengatakan peranan pemerintah sangat besar terutama dalam mengeluarkan regulasi untuk mendorong pembelian produk dalam negeri, namun harus ditentukan produk lokal yang jelas agar masyarakat lebih memahami.

“Mendorong pembelian produk lokal perlu dijelaskan tidak hanya karena nasionalisme, tentunya faktor untuk mendorong percepatan ekonomi. Harus ada kosekuensinya terhadap pemerintah sendiri agar menghentikan impor komoditas, jika dalam negeri sudah dapat memproduksinya sendiri,” pungkas Daniel.

#Taufiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *