5 Februari 2023

Beranda » Kapolres Sragen Berharap Kepada Pemenang Pilkades Serentak Tidak Melaksanakan Ueforia Berlebihan

Kapolres Sragen Berharap Kepada Pemenang Pilkades Serentak Tidak Melaksanakan Ueforia Berlebihan

2 min read

SUARAJAVAINDO.COM, SRAGEN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 19 Desa Kabupaten Sragen hari ini usai digelar dengan lancar.

Meski terdapat 48 calon kepala desa yang bersaing dalam kancah pemilihan kepala desa serentak tahun ini, namun secara umum, situasi sampai dengan pemungutan dan penghitungan suara pada pelaksanaan Pilkades serentak di Sragen tetap kondusif.

Hal itu seperti diutarakan Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022) malam.

Diuraikan Kapolres, dari 19 Desa yang melaksanakan pencoblosan hingga tahap penghitungan suara tersebut, sebagian besar Desa telah selesai melaksanakan rapat Pleno.

“ artinya secara umum Pilkades di Kabupaten Sragen ini berlangsung aman dan lancar. Semua kartu suara sudah di geser di balai desa, dan sebagian besar di wilayah yang melaksanakan Pilkades sudah melaksanakan sidang Pleno dari sore hingga malam ini, “ tutur Kapolres.

Lebih lanjut, dia mengatakan, “ memang masih ada beberapa yang belum melaksanakan sidang Pleno, namun pelaksanaannya akan dilangsungkan esuk hari. Data yang telah kami himpun, bahwa terdapat sebanyak 17 desa sudah selesai melaksanakan sidang Pleno dan tinggal 2 desa lagi, diantaranya di desa Dawung Jernar dan Desa Sumberejo Mondokan, “ tambahnya.

“Namun meski kedua desa tersebut belum melaksanakan sidang Pleno, kita pastikan tidak akan ada kerawanan yang muncul, karena calon kepala desa keduanya adalah suami dan istri. Jadi kita pastikan aman, “ tandas Kapolres.

Hingga malam ini, Kapolres mengatakan situasi pasca pemilihan kepala desa tetap kondusif. Namun pihak nya tidak akan underestimate, tetap melakukan pengamanan, khususnya di tiap eks kawedanan hingga di balai desa yang melaksanakan Pilkades.

Kapolres berharap, para pemenang dalam pelaksanaan Pilkades ini tidak akan melaksanakan ueforia yang berlebihan, seperti melakukan arak arakan, konvoi konvoi mobilisasi massa besar yang dapat memicu gesekan dengan pendukung calon yang kalah.

(Humas / Vio Sari )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *