Breaking News

Pelaku Dugaan Perampasan Mobil Belum Juga Ditangkap Polisi, Masudi Berharap Pelaku Diberi Efek Jera

SUARAJAVINDO.COM, DEMAK – Setahun setelah aksi dugaan perampasan mobil oleh pelaku inisial AR dan C pada tanggal 12 Juli 2021, kini pelaku mengembalikan barang bukti tersebut di pinggir jalan tidak jauh dari rumah korban yaitu Masudi Warga Pucanggading, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Namun saat mengembalikan mobil hasil dugaan rampasan justru yang mengembalikan C bersama OTK (Orang Tidak Dikenal).

Menurut penuturan Masudi selaku korban, tanggal 11 September 2022 saat itu dirinya usai shalat maghrib dan cuaca dalam keadaan gerimis, Masudi dipanggil anaknya bahwa ada yang datang dua orang. Ketika Masudi menemui tamunya diteras, saat itupula inisial C memberikan kunci mobil, namun Masudi menolaknya dengan alasan bahwa perkara tersebut sudah dilaporkan ke Polda.

Ketika Masudi ingin masuk kedalam rumah, inisial C mengejarnya dan berusaha memberikan kunci mobil tersebut, lagi-lagi Masudi menolak dan langsung masuk kedalam rumah. Mengetahui bahwa Masudi menolaknya kemudian kunci mobil tersebut diletakan di Meja teras rumah, lalu inisial C bersama temannya pergi meninggalkan rumah korban.

Mengetahui bahwa mobil telah dikembalikan, kemudian dalam keadaan panik Masudi melalui anaknya menghubungi Alimun dengan tujuan agar menghubungi polisi.

Selang beberapa menit kemudian Alimun datang, dan langsung menghubungi polisi. Menurut keterangan Alimun dirinya dapat petunjuk dari polisi agar unit sementara diamankan dan hari Senin agar ketiga orang datang ke Polda.

“Kasus dugaan perampasan mobil inikan sudah dilaporkan ke Polda oleh anak dari Pak Masudi yaitu Hartanto, karena Hartanto saat terjadi dugaan perampasan berada di rumah tersebut yang berhadapan langsung dengan pelaku dugaan perampasan sedangkan orang tuanya yaitu Pak Masudi sedang tidak berada di rumah. Setelah pak Masudi menghubungi saya, kemudian saya koordinasi dengan pihak penyidik polda, pesannya agar Unit sementara diamankan dulu, nanti hari Senin saya, Pak Masudi dan Hartanto diminta datang ke Kantor menghadap penyidik,” tutur Alimun. (23/9/2022).

Usai menelpon polisi, lalu Alimun mengecek kondisi mobil, ternyata didalam mobil tidak ada STNK, bahkan kunci mobil kata Hartanto itu adalah kunci duplikat.

Kabar dugaan perampasan mobil tersebut, sebelumnya sudah viral di sejumlah media pers baik cetak maupun online, pasalnya dari mulai diadukan ke Polda Jateng tertanggal 31 Januari 2022 sampai naik ketingkat Laporan Polisi tertanggal 27 Juli 2022 hingga kini penyidik belum mengeluarkan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan). Hal itu dikatakan Hartanto selaku Pelapor dugaan perampasan mobil.

“Perkara ini masih penyelidikan pak, belum naik ketingkat penyidikan. Kesannya polisi manut sama terlapor, kalau begini molor-molor terus kapan rampungnya,” tutur Hartanto kepada awak media.

Harapan keluarga korban, kasus dugaan perampasan mobil agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Selama 10 bulan saya dan keluarga hidup tidak tenang, selalu diteror oleh pelaku, sampai istri saya tiba-tiba sakit hampir sakaratul maut, saya tetap menuntut keadilan dan pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Masudi.

(VS/TTG)

About suara javaindo

Check Also

Relawan Jaringan Atang Irawan Rembang Siap Bagikan sembako dan Bea Siswa

SUARAJAVAINDO.COM, REMBANG – Relawan Jaringan Atang Irawan Rembang ( Jangkar) Rembang akan bagikan sembago berupa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.