Diduga Tak Berizin, Tempat Karaoke di Objek Wisata Pungkruk Jepara Ramai Pengunjung, Siapa Backing Dibelakangnya ?

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Diduga kuat tempat hiburan malam karaoke di wilayah objek wisata Pantai Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara tak memiliki izin, namun sejumlah tempat karaoke tersebut seakan legal dan bebas beroperasi.

Anehnya, tidak ada satupun upaya dari pihak-pihak terkait untuk mengambil kebijakan ataupun penertiban. Seolah, keberadaannya pun direstui oleh para penegak perda. Kendati kalangan masyarakat dengan tegas menyatakan sejumlah tempat karaoke tersebut tak memiliki izin.

Dari penelusuran awak media sejumlah oknum aparat dikabarkan berada di belakang beroperasinya tempat karoke di Kota ukir ini.

Pemkab Jepara, seakan tak memiliki keberanian untuk menertibkan tempat hiburan malam itu. Entah siapa yang ada dibelakang mereka.

Namun yang pasti, hingga kini tempat-tempat karaoke itu masih bebas beroperasi tanpa hambatan. Hilir mudik pemandu lagu berpakaian seksi masih terus berjalan. Seakan memandang sebelah mata keberadaan aparat keamanan.

Sementara, kalangan aktifis mendesak agar Satpol PP mengambil langkah tegas perihal keberadaan tempat karaoke yang menurutnya ilegal di wilayah Kota ukir tersebut. Lantaran, tempat-tempat karaoke itu tidak memiliki izin, baik pendirian maupun operasionalnya.

“Hiburan malam itu jelas melanggar perda Kabupaten Jepara nomor 4 tahun 2001 tentang larangan minuman beralkohol. Disamping itu tempat hiburan malam juga harus mengantongi izin yang jelas, itu ada dasar hukumnya yaitu perbup nomor 43 tahun 2011 tentang izin usaha rekreasi dan hiburan umum,” papar sumber yang enggan dicantumkan namanya pada Minggu, 31/07/2022.

“Bukan hanya itu saja, diduga kuat tempat karaoke itu melanggar perda nomor 9 tahun 2016 tentang penyelenggaraan usaha pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, saat awak media mendatangi lokasi tersebut dengan maksud mengkonfirmasi pengusaha dan karyawan hiburan malam, namun mereka enggan menjawab.

Salah satu dari PL (Pemandu Lagu) mengatakan bahwa tempat karaoke dirinya mencari rupiah aman, ia menuturkan bahwa sudah dikondisikan oleh ketua paguyuban yang berkoordinasi dengan instansi terkait.

Selain tak memiliki izin, keberadaan tempat karaoke di objek wisata pantai pungkruk memang disinyalir juga dijadikan tempat transaksi bisnis prostitusi. Tidak sedikit pemandu lagu atau yang biasa disebut PL, juga menawarkan ‘service’ di luar room karaoke.

Di objek wisata pantai pungkruk sendiri, terdapat 17 tempat karaoke namun yang beroperasi ada 15 tempat karaoke yang saat ini beroperasi diantaranya OA’OE, MELISA, LARISA, LARASATI, MOROSENENG, CAHAYA, PUTRI, SAMUDRA, RAHAYU, RINDU, MAHKOTA, NEW KING, MAWAR, QUEEN, GALAXI. Tempat karaoke ini selalu ramai pada malam hari, dan bahkan ada promonya. Terlihat beberapa wanita pemandu lagu berpakaian seksi.

Itulah mengapa, sejumlah pihak mendesak agar pihak-pihak terkait segera mengambil langkah penindakan. Satpol PP sebagai ujung tombak penegak perda diharapkan mampu untuk segera melakukan langkah tegas dengan menertibkan sejumlah tempat-tempat hiburan malam yang tidak berizin itu.

(Tatang S)

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Rapat Pemilihan Pengurus PAC Ormas PP Jepara Kota

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Rapat Pemilihan Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ormas Pemuda Pancasila, Kecamatan kota, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.