Breaking News

Perhutani lakukan Kegiatan Studi Dampak Sosial di Akhir Tahun 2021

SUARAJAVAINDO.COM, REMBANG – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) lakukan kegiatan Studi Dampak Sosial (SDS) di 10 desa yang tersebar di 4 kecamatan Gunem, Sumber, Pamotan dan Bulu di akhir tahun 2021. Kegiatan yang dimulai dari awal Bulan Nopember selesai pertengahan bulan Nopember 2021 atau berakhir hari Senin (15/11)

Administratur KPH Mantingan Marsaid Melalui Kepala Sub Seksi Kelola Sosial Ismartoyo menyampaikan bahwa dasar-dasar Studi Dampak Sosial meliputi definisi, tujuan, fungsi, langkah-langkah melakukan SDS dan 5 aset Sustainable Livelihood System. Yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber daya Alam (SDA), Sumber Daya Sosial (SDS), Infrastruktur, dan Sumber Daya Ekonomi (SDE),” Jelas Ismartoyo.

“Lanjut dia, Keguanaan dan manfaat SDS dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) untuk kepentingan bagi seluruh Stakeholder (mulai dari Perusahaan, masyarakat, pemerintah, LSM, perguruan tinggi/peneliti dan kelompok rentan).

SDS sebagai alat melakukan mitigasi resiko-resiko pengelolaan SDA Posisi kelompok rentan (perempuan,anak, remaja, difable, lansia dalam rangka pengelolaan SDA. Sedangakan tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan manusia dan biofisik yang lebih sustainable dan equatable (lestari dan berkeadilan).” Papar Ismartoyo.

Adapun untuk tahun 2021 ini ada 10 desa yang kami lakukan mulai dari desa Pelemsari dan Logung masuk kec. Sumber, Grawan,lambangan Kulon masuk desa Bulu, Bangunrejo,Gambiran Pamotan masuk kecamatan Pamotan serta desa Dowan dan Pasucen masuk desa Gunem.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh KSS Kelola Sosial bersama jajaran kelsos dan komonikasi Perusahaan serta dengan LSM aliansi Tajam dan juga LSM Kalal .

Kepala desa Sukorejo Iris Gunartini menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung dengan adanya SDS yang dilakukan di desa Sukorejo. Dengan demikian potensi yang ada di desa kami bisa mendapatkan perhatian lewat kegiatan SDS yang mencakup mulai dari kesehatan,jumlah penduduk,potensi wisata semua akan tergali. “ungkap dia.

Kami akan membantu melayani mempersiapkan data yang diperlukan dalam SDS yang akan melakukan tugas di desa Sukorejo. Kebetulan wilayah kami, yang mempunyai 5 pedukuhan 2 diantaranya banyak berinteraksi dengan kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani Mantingan. “ terang Iris Gunartini.

Isnina Sa’diyah menyampaikan bahwa untuk SDS tahun 2021 meliputi desa-desa yang punya pangkuan hutan serta desa sekitar kawasan hutan untuk memberikan tanggapan ,ulasan serta memberikan bantuan kepada masyarakat tentang potensi desanya dalam ikut membangun hutan gar tetap lestari. (Kom/Pht/Mnt/Sgt).

About suara javaindo

Check Also

Wana Wisata Mantingan dan TK Tunas Romba II Sulang Dapat Bantuan TJSL Dari Perhutani

SUARAJAVAINDO.COM -REMBANG . Wana Wisata Kartini Mantingan dan TK Tunas Rimba II Sulang dapat bantuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.