‘Menjadi Legislator Harusnya Menanggalkan Diri, Menempatkan Rakyat Pada Tempat Pertama’

Oleh : Purnomo

SUARAJAVAINDO.COM – Tugas anggota legislatif secara keseluruhan adalah melakukan oposisi terhadap eksekutif. Coba baca seluruh dokumen undang undang yang menyusun kelembagaan negara, semua anggota legislatif memiliki tugas yang sama: pengawasan!

Setiap sistem itu ada nilai lebih dan nilai kurangnya. Kita pernah memilih sistem Parlementer di awal kemerdekaan tapi dianggap ciptakan instabilitas negara. Maka, karena kita sudah memilih sistem presidensial maka harus ditekuni secara utuh. Kita harus tau cara kerjanya!

Kalau kita amat secara seksama, sekarang ini para politisi di legislatif kurang memahami cara kerja sistem ini. Itulah yang menyebabkan mereka terjebak pada perasaan eksekutif terlalu dominan. Eksekutif dianggap terlalu sering menang. Eksekutif punya akses kepada seluruh cabang kekuasaan.

Pada dasarnya seluruh legislatif punya hak pengawasan dan bertanya bahkan investigasi terhadap eksekutif, dengan fasilitas dan Imunitas yang kuat, maka pada dasarnya mereka tetap bisa efektif menjalankan pengawasan! Tapi sayang sekarang legislatif sebagai pengawas, kurang mengorganisir diri dalam kerja inti pengawasan. Mereka lebih nampak sibuk melakukan tugas-tugas lain terutama bansos!

Muncul juga semacam fenomena di mana partai partai yang tidak di ajak kadernya masuk kabinet mengeksklusifkan diri seolah olah mereka menerima nasib sebagai minoritas. Padahal tindakan ini membuat lagislatif lumpuh karena mereka malas bergerak menggunakan hak-hak pengawasan yang ada!

Hak-hak pengawasan anggota legislatif itu dahsyat sekali. Karena mereka Tidak saja boleh bertanya tiap hari tanpa takut dipidana seperti kita, setiap hari juga mereka dapat mengajukan tahap investigasi lanjutan kepada lembaga audit negara.

Tapi wajar kalau sekarang masyarakat menilai bahwa lagislatif bersekongkol dengan eksekutif karena terlalu banyak yang lewat begitu saja, masyarakat mulai tidak percaya legislatif bisa mengawasi pemerintahan karena terlalu banyak yang berlalu begitu saja!

Fenomena ini agak mengkhawatirkan mengingat usia dari pemerintahan eksekutif tinggal beberapa bulan. Dan sebagai bagian dari hukum alam dalam sistem ini, begitu pengawasan legislatif lemah, penyimpangan pasti merajalela. Ini dosa siapa? Ini dosa.

Kita sebagai rakyat tetap berharap agar legislatif memahami pentingnya tugas pengawasan dari sekedar kunjungan kerja ke sana kemari dan bagi bagi sembako atau jatah dari eksekutif yang disalurkan melalui tangan legislatif. Legislatif tidak usah cari alasan lain, ayo kerja lebih baik! Ambil Inisiatif dan manfaatkan semua fasilitas pengawasan dan kekebalan hukum yang ada dalam sistem kita.

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

“Ada yang Panik, Teroris Bernyanyi Merdu dari Jeruji Besi”

SUARAJAVAIMNDO.COM, JEPARA – 14/12/2021. Sejauh ini perintah Presiden Jokowi sangat JELAS & TEGAS. Secara khusus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.