Jauh Panggang dari Api: Idealisme vs Realitas Jadi Wartawan Daerah

SUARAJAVAINCO.COM – JEPARA. Di tengah pandemi seperti sekarang, makin sulit wartawan Indonesia terutama di daerah untuk mewujudkan idealisme jurnalistik.

Saya percaya diri untuk bilang bahwa saya cukup paham soal jurnalisme. Cukup, tentu tidak akan sepaham peneliti media Roy Taniago atau penerima Nielman Fellowship, Andreas Harsono. Soal independensi, cover both side, keharusan untuk tunduk pada kepentingan umum, dan lain sebagainya, saya memahaminya dengan baik.

Tapi, di dunia nyata jurnalis daerah, pemahaman soal jurnalisme yang baik saja tidak cukup. Kita yang paham segala macam teori akan kalah sama yang jago lobi dan bersilat lidah, jago mendekati pejabat, atau jago mencari iklan. Di sini, pemahaman soal jurnalisme.

Saya merasa kemampuan saya cuma ini. Satu-satunya potensi yang saya miliki sekarang cuma di dunia jurnalistik. Tapi, ternyata dunia tersebut tidak seperti yang saya harapkan. Sebagai purnawirawan Mau kerja yang lain, tidak percaya diri.

Di dunia nyata jurnalis daerah, pemahaman soal jurnalisme yang baik saja tidak cukup. Kita yang paham segala macam teori akan kalah sama yang jago lobi dan bersilat lidah, jago mendekati pejabat, atau jago mencari iklan.

Selalu ada pembenaran yang akan saya lontarkan meski dalam hati nurani ini merasa bersalah. Sok idealisme ini malah dijauhi oleh wartawan lainnya adalah merupakan resiko yang harus dihadapi, konsekuensinya dijauhi oleh mereka. Gpp. ***

Penulis – Purnomo.

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

ALMIJ Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Masa Bhakti 2021-2024

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara ( ALMIJ) menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.