Breaking News

Pembangunan Draenase Di Kawunganten Didemo warga

CILACAP – SUARAJAVAINDO.COM – Pembangunan draenase yang berlokasi dijalan raya kawunganten kabupaten cilacap didemo warga bukan tanpa sebab proyek yang melalui masuk dalam lingkup PT Pertamina adalah proyek satu paket antara pemasangan pipa serta perbaikan saluran air atau yang di namai draenase .

Karena pembangunanya di lokasi pusat kota kawunganten yang tentunya banyak menyita perhatian publik serta masyrakat justru kelihatanya dalam proses pengerjaanya diduga tidak sesuai speack karena pembangunanya asal jadi serta kwantitas serta kwalitinya tidak sesui.

Maka dengan adanya hal tersebut warga desa kawunganten kabupaten cilacap yang tergabung dalam kelompok masyrakat yang mengatas namakan penyerap aspirasi mengadakan aksi demo diarea lokasi pembangunan pada hari selasa 12/10/21.

Kelompok penyerap aspirasi yang dikordinatori oleh andrian menuturkan kepada awak media bahwa proses pembangunan draenase tersebut kurang memadai sebab area lokasi pembangunan sering terjadi banjir di musim penghujan .

Oleh sebab itu kalau draenase hanya dibuat 60 cm untuk lebar atas maka pada musim penghujan tidak mungkin bisa menampung debit air maka akan terjadi banjir dan dampaknya warga rw 5 dan 6 akan kebanjiran.

Disamping itu kami melihat hasil pekerjaan yang yang begitu.amburadul serta kwalitas hasil pekerrjaan yang diduga kurang sesuai dengan speack seperti yang bisa kita lihat saat ini apa lagi ini bangunan yang sudah terpasang kwalitasnya sangat jelek apa lagi ini pembangunan di puasat kota kawunganten yang menjadi centra aktifitas ekonomi masyarakat.

Proyek yang pemenang tendernya adalah menurut informasi di pegang oleh PT Hutama Karnya ( PT HK ) yang disubkonkan ke pihak PT garda malah kurang sesuai harapan masyarakat disebagian warga masyarakat kawunganten karena dikerjakan seperti asal – asalan maka kami yang tergabung dalam komunitas penyerap aspirasi masyarakat turun ke jalan mengadakan aksi demo kepada pihak Pertamina dan pemenang tender kontrak .

Kelompok yang di kordinatori oleh andrian bersama masyarakat tentunya bukan tanpa sebab karena mersa peduli dan priyatin terhadap hasil pekerjaan yang amburadul yang diduga banyak pengurangan jenis matrial sehingga kwalitasnya jelek dan juga karena daerah ini rawan banjir jika draenase atau saluran air tersebut dibuat lebar 60 cm maka kalau pas musim.penghujan pasti tidak mampu menampung debit air dan akan banjir dampaknya kasian warga rw 5 dan 6 belakang pasar.

Oleh sebab itu maka kami menuntut kepada pihak.pertamina dan kontraktor untuk membuat saluran draenase tersebut lebar 80 cm serta kwalitas dan kwantitas hasi proyek yang sesuai speack kami warga terdampak atas penggalian pemasangan pipa pertamina sebenarnya sudah begitu mengalah dan diam pada saat proses pengerjaanya namun mlh hasilnya kaya gini apa lagi ini proyek BUMN tentunya harus mengikuti standar speack tandasnya.

Awak media pun menemui Kepala desa Kawunganten H.Suhardi diruang kerjanya sebenanya sebelum demo ini terjadi saya sudah mencoba komunikasi kepada pihak pertamina dan kontraktor masalah pembangunan melalui kontak whatshap namun tidak ada respon.

Direspon setelah terjadi demo mereka baru mereapon atas kejadian tersebut mereka pun mengutus perwakilan untuk mediasi didesa datang 10 orang namun yang dari pihak pertamina dan kontraktor hanya dua orang sesangkan sisanya dari subcon tapi warga masyarakat saya tetep minta kehadiran langsung dari pihak pertamina dan kontraktor .

Jadi untuk selanjutnya saya selaku pemerintah desa akan terus memfasilitasi warga saya sampai ketemu solusi.yang terbaik karena ini sudah menyangkut aspirasi warga yang peduli terhadap desa kawunganten apa lagi ini perusahan milik negara maka warga masyarkat punya hak dan kewajiban untuk ikut mengawasi hasil pembangunan.

(Kun)

About suara javaindo

Check Also

Kepala Bapenda Kota Semarang : Bagi Piutang Pajak Yang Sulit Ditagih, Kemungkinan Desember Akan Kami Eksekusi

SUARAJAVAINDO.COM, SEMARANG – Indriyasari selaku Kepala Badan Pendapatan ( Bapenda ) Kota Semarang terus menggalih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.