Perhutani Gelar Trabaz Bareng dengan Bupati Rembang Di Hutan Kebonhajo.

SUARAJAVAINDO.COM – REMBANG – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) mantingan dan Kebonharjo Gelar bareng Trabaz bersama dengan Bupati Rembang di hutan Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Sabtu (02/10).

Turut mendampingi Bupati Rembang ,Damdim 0720 Rembang Letkol Kav. Donan Wahyu Sejati, Waka Polres Rembang, Adm Mantingan Marsaid, ADM Kebonharjo Joko Santoso dan jajaran Perhutani Mantingan maupun Kebonharjo.

Administratur KPH Kebonharjo Joko Santoso menyampaikan bahwa Trabas bareng Muspida bentuk Sinergitas Perhutani Kebonharjo dan Mantingan dengan Forkopinda.”terang Joko. untuk lebih mengenal karakter kawasan hutan yang ada di KPH Kebonharjo dan Mantingan hari ini kita keliling hutan dengan kendaraan triil sambil olah raga dan mematangkan skil dalam menggunakan kendaraan motor tril dijalan berbatu dan berdebu.” Terang Joksan.

Bupati Rembang H. Abdul Hafizd menyampaikan apresiasi kepada Perhutani Mantingan dan Kebonharjo bahwa selama ini banyak masyarakat Rembang yang berada dipinggiran kawasan hutan diberikan garapan didalam kawasan hutan.

Olah raga menggunakan kendaraan motor tril ini memacu adrenalin yang tinggi,dibutuhkan skiil dalam menerobos hutan dengan jalan-jalan yang bebatu serta debu turunan dan tanjakan seolah menjadi tantangan tersendiri. “Ujar Hafizd.

kepada Masyarakat kawasan hutan Bupati Rembang berpesan untuk menjaga kelestarian hutan yang berada di wilayah kabupaten Rembang. mengingat hutan itu merupakan penyimpan tata air,memproduksi oksigen dan juga memberikan ruang pekerjaan bagi masyarakat di pinggiran kawasan hutan.

Tanggung jawab kelestarian hutan itu bukan hanya Perhutani saja tetapi semua stake holder mulai dari masyarakat,pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. “terangnya dia.

Joyo Suwito salah satu peserta trabaz dari Mantingan yang mengawal adminiatratur Marsaid mengatakan ini pertama kali saya menegendarai tril dan trabas dengan pejabat di lingkungan kabupaten Rembang. medannya cukup lumayan dan sulit saya hampir nyasar mendekati wilayah dowan hutan KPH Mantingan.”tuturnya dihadapan media.

Trabas membutuhkan energi, nyali dan menantang adrenalin serta harus trampil mengendalikan kuda besi diantara rerimbunan,bebatuan dan juga debu. dan yang lebih mengerikan bila jalanan itu turun dan nanjak. bila terlambat memindahkan gigi motor bisa macet dan tak berhenti di tengah jalan. “ucapnya. (Kom/PHT/MNT/Sigit).

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Kapolres Dan Dandim 0720 Rembang lakukan Patroli Bareng di Hutan Mantingan

SIARAJAVAINDO.COM -REMBANG. Kapolres dan Dandim 0720 Rembang beserta jajarannya lakukan patroli bareng di hutan Mantingan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.