Ngopi Bareng. Mbah Somo Wardoyo : Mau Jadi Pemimpin Amanah Atau Pemimpin Pemanah

SUARAJAVAINDO.COM – JEPARA. Pemimpin amanah itu pemimpin yang benar-benar membela kepentingan rakyatnya, tegas, jujur bertanggung jawab menjalan tugas sesuai dengan regulasi secara konsukwen dan berkeadilan, ini adalah sebuah berkhah bagi rakyatnya. Sedangkan pemimpin Pemanah adalah pemimpin yang pandai mimbedik dengan sasaran membuat kegaduhan untuk mementingkan kebuhan diri pribadi.

“Pemimpin yang ideal adalah sosok pemimpin yang memiliki sifat karanteristik, pemimpin yang inovatif, kreatif, transformatif, kharisma dan lain sebagainya. Pemimpin yang memiliki arti perilaku atau tindakan pengendalian diri sendiri. Karena hakekatnya seorang pemimpin harus dapat memiliki pengendalian diri sejak dini.”Ujar Mbah Somo Wardoyo, saat ngopi Selasa (1/92021)

Ketika mbah Somo Wardoyo dimintai pendapatnya tentang pemberhentian sementara Sekda Jepara Edy Sujatmiko S.Sos, MM,. MH. Dia diam sejenak pandangan matanya tajam kedepan, pria 63 tahun ini lalu memberikan jawaban bahwa, kondisi politik di Jepara saat ini kurang baik, Wakil Bupati sengaja dikosongkan, malah Sekdanya juga dicopot. Hal seperti ini perlu dipertanyakan, Mau dibawa kemana Jepara! Kalau kegaduhan politik seperti ini terus berkelanjutan, bagaimana bisa memikirkan kesejakteraan rakyat!

Ada banyak catatan kasus manajemen kepegawaian di Jepara, utamanya saat melakukan mutasi dan promosi jabatan.
Ibarat gunung es, ada banyak kasus tetapi yang menyeruak kepermukaan adalah pada pengangkatan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau yang lebih dikenal sebagai Kepala Dinas.

Berawal dari muncul kepermukaan dengan tidak dilibatkannya Sekda Jepara yang memiliki kewenangan sebagai pejabat yang berwenang dalam proses seleksi serta pengangkatan tim seleksi yang justru menimbukan kontroversi. Sebab tim ini hanya untuk memuluskan orang-orang dekat bupati untuk duduk dalam posisi basah di pemerintahan. Akbatnya penilaian mereka tidak obyektif dan memberikan penilaian nyaris sempurna terhadap calon pesanan bupati.

kontroversi pembebasan Sekda Jepara Edy Sujatmiko S.Sos, MM,MH oleh Bupati Jepara telah yang telah menarik perhatian. Badan Kepegawaian Negara dan  Komisi Aparatur Sipi Negara. Sementara belum  nampak respon DPRD Jepara secara kelembagaan.

“Jika berlarut persoalan ini bisa mempengaruhi kinerja birokrasi dan pelayanan masyarakat sebab PLH Sekda memiliki kewenangan sangat terbatas utamanya dibidang keuangan dan kepegawaian. Jadi kewenangannya sangat terbatas dan berpotensi menunda kebijakan strategis dan pelayanan publik yang menjadi kewenangan pejabat definitif,” ujarnya.

Jika tidak segera terselesaikan, kasus ini juga bisa menimbulkan  perpecahan ditubuh birokrasi serta suasana kerja yang tidak kondusif. Saya melihat ada perpecahan ASN dari lingkungan praja,” paparnya. Boleh jadi solusinya adalah hasil evaluasi BKN dan  rekomendasi tim KASN sehingga roda birokrasi dan pelayanan publik kembali pulih.

Kita disini semua warga Jepara berharap hanya satu-satunya kepada DPRD. Jepara secara kelembagaan menggunakan hak kostitusionalya. Saya justru menduga, dinamika politik anggaran yang ada di DPRD. mungkin juga bagian polemik pembebastugasan Sekda Jepara, “ujar penutupnya.***

Penulis – Purnomo.

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

“Ada yang Panik, Teroris Bernyanyi Merdu dari Jeruji Besi”

SUARAJAVAIMNDO.COM, JEPARA – 14/12/2021. Sejauh ini perintah Presiden Jokowi sangat JELAS & TEGAS. Secara khusus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.