Breaking News

Supranawa Yusuf : Tata Kelola Manajemen ASN di Jepara Amboradul

SUARAJAVAINDO – JEPARA, Tepat apa yang disampaikan oleh Wakil kepala Badan Kepagawian Negara, Supranawa Yusuf menanggapa carut-marut pencopotoan Sekda Jepara, Edy Sujatmiko S.Sos,MM, MH.

Menurut Supranawa Yusuf, kasus seperti di Jepara ini sering terjadi di daerah-daerah karena terbatasnya pemahaman kepala daerah selaku PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) terhadap sistem merit beserta implementasinya.

”Di samping itu, Kepala Daerah seringkali memiliki interest atau kepentingan tertentu terhadap pejabat atau jabatan tertentu,” ungkap Supranawa Yusuf, Karena ketidakpahaman dan interes tertentu bupati itulah yang kemudian membuat model pengelolaan manajemen kepegawaian di Pemerintah Kabupaten Jepara amburadul.

Ada banyak catatan kasus manajemen kepegawaian di Jepara, utamanya saat melakukan mutasi dan promosi jabatan.
Ibarat gunung es, ada banyak kasus tetapi yang menyeruak kepermukaan adalah pada pengagkatan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau yang lebih dikenal sebagai Kepala Dinas.

Kasus ini muncul kepermukaan dengan tidak dilibatkannya Sekda Jepara yang memiliki kewenangan sebagai pejabat yang berwenang dalam proses seleksi serta pengangkatan tim seleksi yang justru menimbukan kontroversi. Sebab tim ini hanya untuk memuluskan orang-orang dekat bupati untuk duduk dalam posisi basah di pemerintahan. Akbatnya penilaian mereka tidak obyektif dan memberikan penilaian nyaris sempurna terhadap calon pesanan bupati.

Karena itu Komisi Aparaur SIPL Negara kemudian mem blacklist dua orang anggota tim seleksi bentukan bupati untuk tidak lagi digunakan. Ini berarti secara tersirat, KASN meragukan hasil seleksi yang dilakukan. Ironisnya mereka kini telah duduk dalam kursi empuk birokrasi Jepara.

Pengangkatan Kepala Puskesmas Donorojo juga dibiarkan menabrak peraturan menteri kesehatan. Ketika bidan penyelia diangkat jadi Puskesmas, artinya mereka tidak paham Permenkes No. 43 tahun 2019 tentang Puseksmas. Sebab bidan penyelia masuk kategori jenjang ketrampilan bukan jenjang ahli.

Bidan penyelia biasanya kompetensinya adalah pelayanan kesehatan kebidanan, bukan kesehatan masyarakat. Disamping itu yang bersangkutan juga belum mengikuti diklat manajemen Puskesmas. Sementara banyak dokter di Jepara yang telah memenuhi syarat.

Pemindahan Kepala Puskesmas Kedung 2 ke Karimujawa juga layak dipertanyakan. Sebab yang bersangkutan dikenal sebagai seorang ASN yang berprestasi dan memiliki kinerja baik. Sementara jabatan yang ditinggalkan dibiarkan kosong. Hal seperti ini penah dialami oleh Lukito Sudi Asmoro. Kepala BPKAD Jepaa ini dipindah ke Kantor Kesbangsos, sementara jabatan yag ditinggalkan diisi oleh seorang PLT selama hampir 6 bulan.

Yang terbaru, adalah pejabat eselon 3 dan 4 Kamis, 25/8-2021. Banyak pejabat yang dilantik mengabikan latar belakang pendidikan yang merupakan bagian penting dari kompetensi. Ada seorang dokter yang memiliki pengalaman panjang di fasilitas kesehatan, justru dimutasi sebagai sekretaris dinas. Ada juga seorang sarjana teknik yang diangkat menjadi Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Juga sarjana tekik yang kemudian menangani data kemiskinan dan ada juga sarjana teknik yang dijadikan sekretaris kelurahan. Juga ada sarjana keperawatan yang mendapatkan tugas di bina program dan urusan hukum di RSUD RA Kartini.

Oleh sebab itu tepat yang dikatakan KH Hayatun Abdulllah Hadziq yang akrab dipanggil Gus Yatun, pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Negara dan Komisi Aparatur Sipil Negara harus segera turun untuk secara khusus membina bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, agar dapat menggunakan kewenangannya dengan baik dan tidak sewenang-wenang. Seperti yang dilakukan Bupati Jepara terhadap Sekda Jepara, Edy Sujatmiko, S.Sos, MM. MH.*

Penulis – Purnomo.

About suara javaindo

Check Also

ALMIJ Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Masa Bhakti 2021-2024

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara ( ALMIJ) menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.