Edy Sujatmiko di Dzolimi, Tokoh Jepara Angkat Bicara

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Kontroversi pembebasan sementara Edy Sujatmiko, S. Sos,. MM,. MH dari jabatannya Sekda Jepara, menjadi isu terhangat di Jepara. Bukan hanya pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten, para petinggi, tokoh masyarakat tetapi juga menjadi perbincangan di pos ronda, juga sampai kalangan Forkopimda.

Sebab Edy dinilai oleh warga masyarakat sebagai pejabat yang baik, pintar dan memiliki pengetahuan tentang pemerintahan yang cukup lengkap. Sebab ia mengawali karirnya dari bawah mulai mantri polisi, sekcam, camat, kabag, asisten, kepada dinas, kepala bapeda higga menjadi Sekda.

Karena pendidikannya ia juga memiliki pengetahuan yang lengkap tentang pengelolaan pemerintah. Termasuk prestasinya yang selalu masuk 10 besar dalam jenjang diklat pimpinan dan juga pendidikan, juga pernah menjadi manajer Persijap yang pernah antarkan Persijap menjadi satu-satunya tim di Jateng – DIY yang berada di Liga Super yang merupakan kasta tertinggal kompetisi sepak bola di Indonesia pada tahun 20005 – 2009.

Seperti Mbah Somo, dari Desa Krapyak, Tahunan, Jepara menilai saat ini banyak orang menginginkan menjadi seorang pemimpin tetapi selain tidak memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan, apalagi ketrampilan memimpin. Akibatnya adalah Tata kelola pemerintahan menjadi rusak, kacau balau dan dipastikan tidak akan pernah sampai ketujuan.

Situasi ini menurut Mbah Somo kondisi ini menjadi lebih parah ketika bupati tidak pernah menyadari dan memahami bahwa sesungguhnya dia tidak memiliki pengatahuan dan ketrampilan untuk menjadi seorang pemimpin.

Mutasi pejabat pada jabatan strategis juga dilakukan asal comot dan disiapkan untuk pencalonannya kembali sekaligus patut diduga untuk memperbesar pundi-pundinya. “Aneh mas, ada kepala OPD yang merangkap direktur keuangan RSUD RA Kartini dalam waktu hampir 6 bulan,” ujar Mbah Somo.

Kini setelah megisi sejumlah OPD strategis dan basah dengan orang-orangnya ia ingin mencopot sekda. “Analisa saya dia takut jika nanti telah selesai jabatannya pada Mei 2022, popularitasnya akan hilang sampai Pilkada tahun 2024. Sementara dengan posisi Edy sebagai Sekda, ia akan memiliki pengaruh besar,“ ujar Mbah Sumo

Sementara itu anggota DPRD Jepara yang tidak mau disebut namanya. Saat dihubungi lewat tilpon oleh awak media SUARAJAVAINDO.COM memberikan keterangan bahwa, mengacu pada kasus pencopotan jabatan Sekda Japars Edy Sujatmiko, S. Sos,. MM,. MH oleh Bupati Jepara ia menilai kontraversial hingga mengundang reaksi berbagai kalangan masyarakat jepara.

Pasalnya penghentian jabatan sekelas Sekda dilakukan Bupati secara tiba-tida, tidak dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Bupati langsung menjatuhkan pembebas tugaskan Sekdanya. Ini yang mengejutkan masyarakakat Jepara dan sekali lagi menimbulkan tanda tanya besar seakan akan ingin menguasai sendiri. “ Wakil Bupati tidak diisi sekda di copot,” ujarnya.

“Seharusnya secara logika berpikir, seorang pemimpin itu harus bisa dan melindungi, mengayomi dan membimbing bawahannya. Tapi ini pemimpin malah melaporkan bawahannya. Ini khan lucu. Apalagi infonya akan dijadikan staf” ujarnya.

Karena itu kami sebagai anggota DPRD Jepara dan juga masyarakat Jepara memberikan apresiasi dan penghormatan yang besar pada Komisi Aparatur Sipl Negara dibawah kepemimpinan Prof Agus yang telah bertindak netral dan profesional dalam menjalankan undang-undang dan petaruran di bidang kepegawaian dengan menolak usulan bupati untuk memutasi Edy Sujatmiko.

Menurutnya, Sekda Jepara, Edy Sujatmiko, S. Sos,. MM,. MH selama ini kenerja bagus dan berani bertanggung jawab. Contoh pada waktu pelantikan Ketua DPRD pertama Imam Gozali dan Ketua pengganti setelah Imam meninggal seharusnya bupati yang melakukan pelantikan.

Demikian juga kewenangan Sekda jepara menyusun penetapan APBD yang tepat waktu. Sekda menurut pengamatan masyakat dan dewan selalu aktif untuk hadir dalam kegiatan sidang bersama DPRD Jepara dilaksanakan dengan baik
“Apa yang dikerjakan Sekda Jepara sangat baik dalam membangun komunitas Forkopimda dan kinerjanya dapat Penghargaan hasil pemeriksaan BPK Wajar Tanpa Pengecualian WTP itu semua semestinya tidak lepas dari kiprah seorang Sekda.”ujarnya.

Disamping itu juga meraih Adipura lebih dari 13 kali. Kami juga mengusulkan surat rekomendasi dari KASN terkait dengan tanggapan usulan untuk memutasi Edy untuk dibuka ke publik. Termasuk 10 orang pejabat yang kabarnya menjadi narasumber pemeriksaan. “Ini agar rakyat Jepara mengetahui. Sebab pemerintah kabupaten itu ada untuk melayani masyarakat” ujarnya.

Penulis – Purnomo..

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

ALMIJ Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Masa Bhakti 2021-2024

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara ( ALMIJ) menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.