Breaking News

Sigit Cahyono Gelar Seminar Nasional The Journey Of Healing Secara Virtual

SUARAJAVAINDO.COM SEMARANG

Seminar Nasional The Journey Of Healing segera digelar bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 76  2021 tanggal 17 agustus 2021 mulai pukul 19.00 – 22.00 secara virtual yang sesuai rencana akan dibuka oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi,SE.MM.

Dalam seminar tersebut akan melibatkan lima Master diantaranya Dr. Mahesh Hukmani (Jv Scan -Voice Analysis ) akan membahas bagaimana mendeteksi sistem kesehatan dari tubuh manusia menggunakan frekuensi suara yang akan dideteksi terkait dengan titik meridian dengan lima elemen dan tujuh cakra,” ucap Sigit Cahyono selaku pemrakarsa acara ini, saat bincang bincang dengan suarajavaindo.com di Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) jalan Sriwijaya no 29 Kota Semarang,  Jumat (13/8/2021).

Lalu yang kedua Master Aldi (Exploration Sixth Sense) yang akan membahas rentang sixth sense ( indra keenam) bagaimana kita menggunakan indra keenam dalam proses penyembuhan. Untuk narasumber ketiga Master Nurzan Suardi (The Power Of Dzikir) akan membahas tentang dzikir dari hasil eksplorasi riset terkait dzikir yang akan diperkenalkan ke publik lewat seminar mendatang,” terang Sigit.

Pemateri keempat Master Herman Aura, praktisi Pranic And Aura Tele Healing meliputi poto aura, keilmuan yang berkaitan dengan parapsikologi untuk mengaktifkan ESQ kecerdasan question dan spiritual. Yang kelima Master Joon Genthong,S.Pd. CH.CHt akan membahas Javanesse Of Healing teknik penyembuhan yang asli berasal dari pulau jawa,” paparnya.

Sigit mengatakan pada sessi 1 mempresentasikan 12 jalur meridian dan sessi 2 tentang penyembuhan jarak jauh ada distance healing yaitu kita menyatukan diri seluruh peserta yang mengalami gangguan dengan dengan kelims narasumber dialam semesta menyatukan frekuensi kita dengan penyembuhan jarak jauh yang menggunakan teknik meditasi bersama. Pada sessi 3 diskusi.

Menurutnya semua akan dipandunya menggunakan brain wave atau frekuensi gelombang otak dengan kisaran frekuensi 1/100 Hz  yang sudah diteliti oleh Sensei Aleysius Hanafiah Gondosari fungsinya adalah membantu untuk mencapai tahap relaksasi untuk mempercepat proses self healing dari masing masing peserta.

Master Javanesse Of Healing,Joon Genthong,S.Pd.CH.CHt

” Kami membantu untuk memviralkan nara sumber supaya diketahui publik dan kita memberikan sumbangsih terkait HUT Kemerdekan RI ke 76. Kalau sebelum covid-19 disertai dengan adanya perlombaan untuk meningkatkan nilai nilai nasionalisme, kali ini dalam bentuk bakti sosial dalam hal penyembuhan jarak jauh,” jelas Sigit.

Visi kami memperkenalkan tentang berbagai teknik pengobatan yang berada di nusantara, ada yang diimport dan dimix dengan teknik pengobatan lokal. Sedangkan misinya adalah memperlengkapi masyarakat luas supaya bisa belajar teknik pengobatan secara mudah, terjangkau dan dalam waktu singkat bisa diaplikasikan.

Hal selanjutnya sigit menambahkan seringkali kendala ketika belajar pengobatan komplementer, alternatif serta Tradisional Cina Medicine (TCM) itu tahapannya cukup rumit karena medis timur lebih kompleks tentang mind, body dan soul. Keterkaitan secara holistik yaitu pikiran, tubuh dan jiwa.

“Tujuan mengadakan acara ini terkait  HUT Kemerdekaan RI ke 76 pada 17 agustus 2021 menyehatkan masyarakat Indonesia ditengah  pandemi covid-19 supaya mempunyai edukasi yang cukup, minimal menyehatkan diri sendiri.

Adapun teknik yang akan ditampilkan lanjut sigit nantinya adalah teknik base on research ( berdasarkan penelitian ),” tutupnya.

Sementara salah satu nara sumber dalam seminar The Journe Of Healing pemateri Javanesse Healing, sekaligus Ketua Harian  Battra Supranatural Nusantara Master Joon Genthong,S.Pd.CH.CHt menjelaskan pengobatan tradisional atau javanesse of healing, kita kembalikan manusia kealam yang menjadikan diri sendiri.

“Pada dasarnya manusia beserta alam lingkungannya memiliki apotek hidup sendiri dan rumah sakit hidup sendiri dan proses bshea manusia itu jauh lebih bagus karena ciptaan Tuhan sehingga manusia dalam hidupnya¬† lama, memiliki umur panjang,” tegasnya

Dirinya berharap ” Kita tidak menolak pengobatan medis namun mensejajarkan dengan pengobatan tradisional, artinya pengobatan tradisional terus dilestarikan karena untuk menjadi seorang terapis dalam dunia pengobat tradisional harus memiliki satu pondasi yang terdiri empat kerangka yaitu kerangka alam pikir, alam roso, alam rogo dan alam doa,” tandasnya.

Dirinya ingin memberikan nuansa lain dalam ilmu pengobatan tradisional kembali kealam,” tutup joon.

   **Taufiq.

About suara javaindo

Check Also

Di Turnamen Tennis Beregu Piala Ketua MA Ke-19, PT Riau Tekuk PT Sulteng 3-2

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COM –Turnamen Tennis beregu Piala Ketua Mahkamah Agung (MA) ke-19 tahun 2022 memasuki hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.