Makna 1 Muharram Bagi Umat Islam

SUARAJAVAINDO.COM. SEMARANG

Umat Islam akan menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah atau 1 Muharram pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Sejarah 1 Muharram tahun baru Islam ( Suro bagi orang Jawa ), awalnya ditandai dengan peristiwa besar, yakni peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Hal tersebut dijadikan penamaan kalender Islam. Sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab tidak mengenal sistem kalender tahunan untuk memperingati suatu peristiwa. Mereka hanya menggunakan sistem hari dan bulan.

Hal tersebut dibuktikan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tahun Gajah, masyarakat Arab tidak menggunakan angka dalam menentukan tahun.

Semua para sahabat Rasulullah, seperti Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah berdiskusi untuk menentukan sistem kalender Islam. Dari banyak usulan, terpilihlah usulan dari Ali bin Abi Thalib yang mengusulkan kalender Hijriyah Islam yang dimulai dari persitiwa hijrah Nabi Muhammad SAW tersebut.

Sejarah 1 Muharram  menjadi momentun yang bersejarah bagi umat Islam karena kalender Hijriyah pertama kali digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari dengan menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Lalu, bagaimana dengan makna 1Muharram 2021

Pemaknaan bulan Muharram, berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa hijrah dilakukan sebagai strategi dakwah dan menanggapi situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada masyararakat Makkah.

Hijrah sendiri diartikan sebagai perjuangan meninggalkan hal-hal buruk ke arah yang lebih baik. Dan, kini peristiwa hijrah diartikan sebagai bentuk pembelajaran yakni penanaman nilai-nilai karakter tentang kebaikan untuk diri sendiri, seperti berani meninggalkan sesuatu yang buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain dan beralih pada sesuatu yang baik dan bermakna.

Untuk memperingati 1 Muharram, banyak hal yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW yakni memperbanyak Istighfar, membaca Al-Quran Qiyamul Lail, memperbanyak sedekah, banyak berdoa lebih-lebih dalam situasi pandemi seperti ini dengan doa yang tulus dari seluruh umat Islam semoga pandemi segera berakhir dan bisa kembali beraktifitas secara normal dan wajar, karena doa mampu merubah segalanya, dan tidak ada ritual khusus didalam menyambut bulan Muharram.

   Oleh : Aunur Rofiq, S.Ag
        GPAI & Waka Kesiswaan   SMA Negeri 4 Semarang

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Bahagia dan Haru Warnai Acara Pisah Sambut Kepala SMAN 4 Semarang

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COMSMA Negeri 4 Semarang Gelar Pisah Sambut Kepala Sekolah baru dari sebelumnya dijabat oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.