Tidak Terima Anaknya Dianiya, Orang Tua Korban Akan Lapor Polisi

SUARAJAVAINDO.COM, KAB.SEMARANG – 23/07/2021. Kekerasan di Sekolah kembali terjadi seperti yang dialami oleh ADK (12) siswa Pondok Pesantren (Ponpes) & SMP IT Al Falah, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan kakak kelasnya pada Sabtu (17/07/2021) malam sekitar pukul 18.30 wib. Penganiayaan dilakukan di komplek Ponpes & SMP IT Al Falah.

Menurut penuturan ADK bahwa aksi penganiayaan dengan pemukulan itu dilakukan oleh FRL siswa Kelas 8 Ponpes & SMP IT Al Falah dan dilakukan di dalam kamar korban. Saat terjadi pemukukan brrkali-kali itu, ada beberapa siswa sekolah itu yang mengetahuinya. Mereka ada yang berusaha melerai, namun juga ada yang bersorak kegirangan melihat penganiayaan tersebut.

“Awalnya saya ‘ditekak’ (dicekik) leher saya namun saya berusaha melawan. Saat saya berdiri, FRL justru memukul wajah saya sebanyak dua kali. Akibatnya wajah sebelah kiri menjadi luka dan lebam. Bahkan dari hidung saya mengelusrkan darah. Kemudian ada beberapa teman saya yang menolong namun sebagian lagi sorak-sorak kegirangan melihat saya dipukuli,” kata ADK didampingi kedua orangtuanya ketika ditemui di rumahnya di Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (18/07/2021) malam.

Ditambahkan, sambil menahan sakitnya ADK dengan ditemani rekannya melaporkan ke pengasuh Ponpes & SMP IT Al Falah, namun hanya ditemui Bu Nyai (istri pengasuh). Setelah itu, ADK kembali ke kamarnya sambil menahan sakit akibat pemukulan oleh kakak kelasnya itu.

Sementara, Tri (41) ibu kandung ADK menyatakan, bahwa mengetahui jika anaknya itu menjadi korban penganiayaan setelah mendatangi Ponpes & SMP IT Al Falah untuk menengok anaknya (ADK). Sampai di ponpes, sangat kaget dengan melihat wajah anaknya ada luka dan lebam pada wajah dan mulutnya.

“Seketika melihat anak saya ada luka di wajahnya dan mulutnya serta lebam itu, saya marah dan langsung menemui pengasuh Ponpes & SMP IT Bapak Samsudin. Namun, Pak Samsudin ternyata tidak ada dan ditemui oleh pengurus Ponpes & SMP IT Al Falah. Salah satu pengurus yang menemui itu menyatakan jika masalah pemukulan itu sudah didamaikan dan tidak ada masalah lagi,” jelas Tri didampingi suaminya Mad (47) kepada para awak media, selasa (20/07/2021) malam.

Ditambahkan Tri, yang dirinya merasa jengkel lagi setelah ada laporan penganiayaan atau pemukulan terhadap anaknya itu, pihak Pengasuh Ponpes & SMP IT Al Falah hanya diam tidak ada tindak lanjut apapun terhadap pelaku pemukulan.

“Terus terang saya sebagai orangtuanya tidak terima anak saya dianiaya dan pihak Ponpes & SMP IT sepertinya mau lepas tangan. Kemudian, saya membawa anak saya ke Puskesmas Bergas untuk periksa dan melakukan visum. Dari sini, saya akan melaporkan ke polisi kasus yang menimpa anak saya ini. Yang jelas saya sangat kecewa serta sekarang ini anak saya menjadi trauma,” ujar Tri lebih lanjut.

Terpisah, Pengasuh Ponpes & SMP IT Al Falah, Samsudin ketika diklarifikasi terkait adanya penganiayaan atau pemukulan anak didiknya itu, enggan memberikan keterangan. Justru, dengan jawaban yang tergesa-gesa mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan masalah ini kepada pengacaranya yaitu Sudardi SH.

“Silakan langsung hubungi pengacara kami Bapak Sudardi SH yang rumahnya di Sidomukti, Kec Bandungan, Kab Semarang. Sekali lagi maaf, saya masih ada kegiatan,” kata Samsudin kepada awak media, Selasa (20/07/2021) malam.

Sedangkan, Sudardi SH saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/07/2021) terkait kasus penganiayaan ini menyatakan, bahwa langkah yang dilakukan akan memberikan pembinaan bersama kepada anak-anak didik di Ponpes & SMP IT Al Falah tersebut. Karena baik yang dipukul maupun yang memukul sama-sama siswa Ponpes & SMP IT Al Falah.

“Intinya, kami akan berikan pembinaan secara bersama terlebih dulu. Langkah selanjutnya, akan melihat perkembangannya dulu,” tandas Sudardi SH. (Red)

Editor : Tatang s

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Pemdes Banjarejo Gelar Kirab Jerami Nusantara, Banyak Kegiatan Meriah yang Disuguhkan

SUARAJAVAINDO.COM, GROBOGAN – Masyarakat Desa Banjarejo arak Keliling Patung Jerami, Star dari Dusun Ngrunut sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.