Breaking News

Quo Vadis Keteladanan Pimpinan dalam Pandemi di Jepara

Oleh : Purnomo

SUARAJAVAINDO.COM – JEPARA. Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan yang tidak dapat dihindari. Namun jika perobahan dikelola dengan baik perubahan ini bisa membawa banyak kebaikan untuk sebuah daerah dalam mengelola potensi yang ada dengan lebih visioner.

Covid 19 yang telah dinyatakan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO sebagai pandemi global memang tidak mudah untuk menanganinya. Sebab wabah ini bisa menular dengan cepat dengan inang manusia.

Bahkan karena peningkatannya luar biasa, Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan PPKM Darurat bagi Pulau Jawa dan Bali.
Sebelum itu banyak regulasi yang diambil oleh presiden. Inti dari regulasi ini adalah melakukan pembatasan aktivitas msyarakat. Sebab secara epidimiologi, virus ini menyebar karena mobilitas warga yang tinggi.

Salah satunya adalah berada di rumah selama dus hari pada daerah dengan zona merah. Termasuk Jepara, hingga Forkopimda mengeluarkan surat himbauan untuk warga Jepara. Tentu saja tidak mudah ditengah kesadaran masyarakat seperti ini. Bahkan ada pro dan kontra.

Disaat seperti inilah dibutuhkan pemimpin yang memiliki.sanse of crisis, peka terhadap keadaan serta satu kata dan pebuatan. Juga yang memiliki visi yang jelas dan karakter yang kuat untuk menjadi teladan warga. Sebab pemimpin adalah nahkoda yang memberikan arah bagi perjuangan bersama melawan pandemi.

Kekuatan kepemimpinan terletak pada karakter seorang pemimpin.. Orang dengan karakter yang hebat, yang berkembang seiring berjalannya waktu, secara alami akan jadi. pemimpin ysng hebat. Ia akan selalu mengambil kebijakan dan keputusan yang berguna untuk untuk rakystnya, tidak di takuti tapi rakyat selalu bersimpati, selalu rendah hati dan tidak selalu berpikir untuk menguntungkan diri sendiri..

Demikian dengan Pemimpin yang berkualitas itu akan kelihatan saat kondisi genting seperti ini, kalau sanggup ngatasi pandemi pasti jadi primadona, dan selalu kepikiran kenapa orang berlomba-limba jadi pemimpin padahal tanggungannya berat.

Pandemi ini belum berakhir dan virus corona masih ada disekitar kita,

Saya apresiasi langkah kebijakan yang diambil oleh Forkopimda Jepara untuk menghimbau warganya dua hari pada hari Sabtu – Minggu dirumah saja.

Namun pada akhirnya kami kecewa dengan kebijakannya, tidak dibarengi dengan tindakannya. Malah sang nahkoda pada hari yang sama pergi ke Banjarnegara. Apapun alasannya, ia tidak sedang memberikan teladan yang baik. Bahkan tidak patut dilakukan oleh seorang pemimpin.

Seminggu kemudian mengeluarkan kebijakan yang sama untuk memperkuat protokol kesehatan, salah satunya adalah memakai masker dan membatasi kegiatan pernikahan.

Namun sekali lagi, sang nahkoda tidak memberikan keteladan dan tidak menunjukkan konsistensi atas keputusan yang diambil bersama Forkopomda. Hingga saat hadir di pesta pernikahan anak seorang mantan pejabat yang sekarang berada di ring satu kekuasaan pada tanggal 6 Juni 2021 di RM Maribu, ia melanggar sendiri keputusan yang diambil. Ia menyanyi dengan melepas maskernya.

Mamun setelah videonya viral, bingung mencari pembenaran. Ia justru tidak menggunakan aib itu untuk mawas diri memperbaiki diri, namun justru mencari kambing hitam, pihak-pihak yang mengungkapkan kasus memalukan itu tengah melakukan pembunuhan karakter. Malah kemudian mengundang baszernya untuk mengcounter inpormasi yang menjadi viral itu. Bukan justru meminta.maaf kepada masyarakat Jepara.

Sebagai warga, kita terus perkuat kerja sama untuk saling menjaga demi diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat. Suatu kondisi yang aneh di Jepara ini seperti tidak ada koordinasi antar lembaga, TNI, Polri, Kejaksaan kompak bekerja, sementara Pemda tidak ada yang mengikuti. Ada pandangan yang aneh di Jepara.

Untuk Generasi Muda, Pemuda sebagai Genetasi Bangsa, jadilah yang terdepan dalam sinergi, kolaborasi, gotong royong dan kerja bersama untuk pemulihan bangsa, jadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai roh yang menjiwai setiap ide, kerja dan inspirasi menuju pembaruan.

Terus bangun kesadaran untuk menaati protokol kesehatan, memperkuat kerja sama, gotong royong dan saling menjaga. Kita pasti mampu mengatasi periode sulit saat ini. Kondisi kita sedang seperti ini, tapi percayalah, setiap harapan baik pasti tercapai jika kita mampu bertahan, beradaptasi dan tidak saling meninggalkan dalam situasi sulit. Semua diawali dari diri sendiri, keluarga dan komunitas masyarakat.

Gerak bersama diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga dan terus memastikan ketaatan pada protokol kesehatan sebagai prasyarat memutus penyebaran wabah.

Kita memaksimalkan kemampuan kita untuk bertahan kemudian beradaptasi dengan tata kenormalan baru demi mencegah penyebaran virus. Kepada para petugas, terima kasih untuk dedikasi dalam setiap kerja yang dilakukan. Kita optimis, situasi ini segera teratasi

Tetaplah saling mengingatkan untuk menaati protokol kesehatan, jaga diri, keluarga dan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita terus berupaya memutus penyebaran wabah tanpa saling meninggalkan.***

(Red)

About suara javaindo

Check Also

Kapal Nelayan Pati Dalam Pembelian BMM Bersubsidi Sesuai Prosedur

PATI SUARAJAVAINDO.COM Pembelian BBM solar bersubsidi untuk kebutuhan perahu nelayan KM Tri Mina Sejahtera di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.