Breaking News

Pemerintah Resmi Umumkan PPKM Darurat dari Tanggal 3 Juli hingga 20 Juli

SUARAJAVAINDO.COM – JEPARA, Kami sungguh tidak paham dengan implementasi PPKM Mikro di Daerah saya, PPKM MIkro itu hanya berupa pemasangan portal pada jalan-jalan kampung di tengah malam lalu dibuka lagi besok paginya. Bingung itu akan memiliki dampak, perilaku orang jadi tampak seperti badut. Makanya banyak komedian, yang selalu berakting bingung karena dari situlah tepuk tangan dan tertawa penonton akan membahana. Yang kita saksikan. PKPM Mikro hanya sebatas photo dan tulisan spanduk dan rumah isolasi yang nyaris tidak pernah tersentuh, bisa dibilang rumah suwung.

PKPM mikro itu masih membebaskan orang berkeliaran, walau di batesin, sementara ada varian baru yang katanya walau hanya berpapasan saja sudah bisa menular. Ada istilah Darurat sekarang, istilahnya tidak tau apa yang dimaksud darurat, Kami juga tidak paham dengan orang yang pakai masker tapi saat bicara maskernya dibuka demi sopan santun.

Kalau PKPM diperlakukan secara ketat lebih baiknya Dana covid 110M tahun ini. Dibagikan kepada warga saja. Pikirkan coba, masker, hand sanitizer, face shield, rapid test, kebanyakan rakyat biaya sendiri. Kalau langsung dibagi 1.200ribu jiwa, Lumayan buat sangu lockdown sebenarnya.Tapi tntunya ada alokasi buat pnanggulangan.

Kita sudah semakin berat. Celah kita untuk segera keluar dari Pandemi ini semakin tipis. Kalau penanganannya seperti ini. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya singkirkan ambisi berkuasa, kira harus membangkitkan Semua harus fokus menghadapi dan menangani ancaman virus corona. Jangan malah sibuk dengan politik adu domba yang tiada hentinya.

Tapi begini, tidak usah minta bantuan dan perhatihatian, wis ayo poro kadang, masih ada kesempatan, kita harus bersama turun tangan. Harus nyengkuyung bareng. Lindungi dirimu, lindungi keluargamu, lingkunganmu. Kalau perlu lockdown lokal, sak lingkungan ayo kita lakukan!

Sing bener, Disaat pandemi seperti ini, Pemimpin harus bisa dan mampu menggerakan seluruh elemen masyarakat, agar terus bergerak untuk saling mengingatkan dan pesan edukasi akan bahaya covid-19 jangan hanya main pacaran, pakai surat-suratan segela.

Tugas pemimpin itu adalah memakmurkan, mengenyangkan dan mengamankan rakyatnya. Pemimpin jangan merekomendasikan sesuatu yang menyalahi aqidahnya sendiri. Cukuplah berlaku adil. Karena setiap pemimpin akan dimintai tanggung jawab atas apa yg dipimpinnya.

Rakyat sebetulnya asal tercukupi kebutuhan pangan dan keamanan sudah sangat bersyukur. Alladzi aṭ’amahum min jụ’iw wa amanahum min khaụf. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Aku menggugat kalian yang selalu framing jagat terkait pandemi Coviid-19. Tidak bisakah sejenak memimikirkan kedudukab dan bersatu. Apakahkalian ingin Negara hancur lebur karena pandemi dan ketidak pedulian?

Sungguh naif sekali membiarkan bahkan sengaja Negara tempat hidup dan tempat lahir kita rusak oleh ambisi, Mungkin kalian tidak berat secara ekonomi, Bagaimana dengan masyarakat ekonomi lemah tidak kalian pikirkan.? Dimanakah rasa kemanusiaanmu? yang memanfaatkan wabah covid untuk kepentingan pribadi dan kelompok adalah penjahat yang luar biasa.***

Penulis – Purnomo

About suara javaindo

Check Also

Kapal Nelayan Pati Dalam Pembelian BMM Bersubsidi Sesuai Prosedur

PATI SUARAJAVAINDO.COM Pembelian BBM solar bersubsidi untuk kebutuhan perahu nelayan KM Tri Mina Sejahtera di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.