Breaking News

Budi Priyantoro Prihatin Maraknya Wasit Liar di Pertandingan Sepak Bola

SUARAJAVAINDO.COM
SEMARANG

Wasit adalah seorang yang memiliki wewenang untuk mengatur jalannya suatu pertandingan olahraga.

Dalam pertandingan sepak bola khususnya, peranan wasit sangat penting sekali  hal ini dikarenakan wasit merupakan sosok sang pengadil yang menentukan dalam memimpin jalannya pertandingan berperan ditengah lapangan.

Untuk menentukan apa yang wasit tentukan sesuai dengan aturan yang ditentukan secara nasional maupun internasional dalam memimpin dengan kebijakan yang dilakukan saat mengambil keputusan yang dibantu oleh dua hakim garis.

Tidak mudah seorang wasit  dalam memimpin pertandingan khususnya sepak bola ditengah lapangan, dibutuhkan kejelian dirinya mengambil keputusan sehingga tidak merugikan salah satu tim.

Untuk itu jika seseorang menekuni menjadi wasit sepak bola yang profesional tentu saja ada kriteria kriteria khusus yaitu dengan mengikuti pelatihan wasit khususnya sepak bola sehingga nantinya menjadi wasit yang profesional dan sesuai standarisasi untuk mendapatkan lisensi sesuai dengan klasifikasi standar profesi wasit sepak bola yang dimilikinya.

Sehingga kedepannya dapat memimpin pertandingan dalam suatu turnamen sesuai klasifikasi standar baku yang dinamakan lisensi sesuai yang dimilikinya.

Budi Priyantoro adalah salah satunya wasit sepak bola dari sekian wasit sepak bola yang ada di Kota Semarang.

Suarajavaindo.com menyempatkan ngobrol santai bersama pria 46 tahun di Dipo Cafe diarea halaman Stadion Diponegora jalan Kimangunsarkoro Semarang, Rabu ( 30/6/2021)

Priyo sapaan akrab Budi Priayntoro awal mula terjun sebagai wasit sepak bola pada tahun 2005. Kala itu dia mengambil lisensi C3. selama 15 hari.

Dirinya bercerita bagaimana saat menjalani kepelatihan dasar cara mengangkat bendera, lari mengitari lapangan, berlari diagonal di tengah lapangan yang kesemuanya itu merupakan bagian dari materi wasit lisensi C3

Setelah mendapatkan lisensi C3 baru dia mulai memimpin pertandingan sepak bola ditingkat SSB yang digelar Askot Semarang.

Baru setelah berjalan dua tahun seorang wasit boleh mengikuti kepelatihan C2 selesai itu boleh memimpin liga 3 di.lingkup jawa tengah khususnya,  jika sudah dua tahun dan minimal memimpin 10 pertandingan baru bisa mengikuti pelatihan wasit C1,” terang Priyo.

” Alhamdulillah Saya sudah berlisesnsi C1 nasional dan sudah sering memimpin pertandingan baik di liga tiga maupun liga dua PSSI.

Priyo merasa prihatin dengan maraknya wasit liar dalam memimpin pertandingan. karena wasit harus tau bagaimana itu offside, direct ( tendangan langsung ) itu apa, indirect ( tendangan tidak langsung itu apa), kebanyakan mereka tidak tahu peraturan yang bener, budget rendah mereka mau. Mestinya kalau masalah budget kurang memadai kan bisa dibicarakan sebelumnya,” ucapnya dengan nada sedih.

Hal yang menyenangkan saya lanjutnya saat memimpin pertandingan tahun 2016 antara PSB Bandar Lampung melawan Persikasi Bekasi, mimpinya enjoy karena kedua tim bisa menerima keputusan wasit,” terang Priyo.

” Saya menyukai menjadi wasit sepak bola karena saya dulu juga mantan pemain bola tapi mau ke profesional nggak jadi, kami sekarang juga masih mewasiti legen PSIS di Kuda Laut,” tutupnya.

    **Taufiq.

About suara javaindo

Check Also

Di Turnamen Tennis Beregu Piala Ketua MA Ke-19, PT Riau Tekuk PT Sulteng 3-2

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COM –Turnamen Tennis beregu Piala Ketua Mahkamah Agung (MA) ke-19 tahun 2022 memasuki hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.