Warga Terpapar Covid Bertambah, Bor ditambah Namun 359 Nakes di Jepara Terpapar Corona

SUARAJAVAINDO.COM – JEPARA. Sejak Pandemi mewabah sampai sekarang Pemda Jepara belum ada perumusan langkah-langkah strategis untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dan disaat kondisi darurat malah pejabat Satgas Covid-19 diganti sudah beberapa kali dan bahkan malah ada yang menjabat ganda. Ini sangat ironis, dalam kondisi pandemi disibukan oleh mutasi pejabat.

Wajar saja kalau RSU R.A. Kartini Jepara kesulitan menambah lagi jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Meski anggaran untuk penambahan sarana bisa dipenuhi, namun terbentur dengan tidak tersedianya tenaga kesehatan tambahan. Dinas Kesehatan bahkan membuka lowongan untuk perawat dan dokter untuk langsung dipekerjakan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSU R.A. Kartini Jepara Bambang Dwipo saat memenuhi undangan rapat dengar pendapat penanganan Covid-19 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara. Bambang Dwipo hadir bersama Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara Moh Ali. Keduanya menyertai Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Sujatmiko yang mewakili Bupati Dian Kristiandi.

Mereka harus menjawab sejumlah pertanyaan dari para anggota legislatif yang terdiri dari Ketua DPRD Haizul Ma’arif beserta dua wakilnya Junarso dan Nuruddin Amin, Ketua Komisi C Nur Hidayat, serta 3 anggota komisi tersebut, Edy Ariyanto, Arofiq, dan Jumar..

“Kami terus menambah jumlah dari dulu 12, sekarang menjadi 78. Dan saat ini sedang proses menambah sehingga akan 100 lebih. Sekarang kami terbentur tenaganya kalau mau menambah lagi,” kata Bambang Dwipo menanggapi permintaan kalangan legislatif agar terus dilakukan penambahan ruang perawatan pasien Covid-19 supaya tak ada lagi pasien penyakit tersebut yang harus kembali ke rumah karena tidak ada ruang perawatan.

Kondisi ini diperparah dengan ratusan nakes yang harus isman karena terpapar Covid-19. “Saat ini kasus aktif nakes kami yang positif Covid-19 dari swab PCR 155 orang,” kata Bambang Dwipo.

Ditambah dengan tracing ring 1 dan ring 2, maka total yang harus isolasi 200 lebih. “Jumlah itu, menurut Jubir Satgas Covid-19 Moh Ali, masih ditambah kasus aktif nakes puskesmas sehingga total nakes yang isolasi menjadi 359 orang,” ujar Muh Ali.

Dinas Kesehatan menurut Moh Ali, berupaya memenuhi kebutuhan tambahan nakes ini dengan membuka lowongan perawat dan dokter secara terbuka yang akan digunakan dalam masa Covid-19. “Silakan kalau ada suadara atau keluarga yang perawat atau dokter, daftarkan ke Dinkes,” katanya.

Perekrutan ini bukan untuk menangani pasien Covid-19. Mereka akan ditempatkan dulu untuk pelayanan pasien umum agar nakes senior bisa dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, setelah terus dilakukan penambahan, jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di Kabupaten Jepara mencapai 195. Dari jumlah tersebut, 179 kamar sudah terisi. Jumlah itu setara 91,79 persen. Namun dari 16 tempat tidur tersisa, antrian pasien Covid-19 di UGD mencapai 57 orang.

Jepara, 6 rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 adalah RSU R.A. Kartini, RSU dr. rehatta Kelet, RS PKU Mayong, RS Graha Husada, RS Aisyiyah, dan RSI Sultan Hadlirin.

Ketua Dewan Haizul Ma’arif berharap persoalan rekrutmen nakes ini bisa diselesaikan, jika perlu menggunakan pola outsourching. Dia meminta tambahan ruang bisa direalisasikan agar tak ada pasien Covid-19 yang tidak tertangani.

Dia juga menyemangati nakes dan Satgas Covid-19 terus bekerja keras dan jujur melakukan tracking, tracing, dan treatment. “Agar tidak terjadi bom waktu di kemudian hari,” katanya.

Penulis – Purnomo.

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

ALMIJ Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Masa Bhakti 2021-2024

SUARAJAVAINDO.COM, JEPARA – Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara ( ALMIJ) menggelar Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.