Breaking News

Semangat Patriot Warga Balong Bersatu Menolak Penambangan Pasir walaupun di sogok 50 Ribu.

SUARAJAVAINDO.COM – JEPARA, Selasa, (04/05/2021). Gerakan Warga Balalong Bersatu, “Balong Wani”, “Balong Melawan”, dan “Balong Tolak Tambang Pasir Laut” terus digelorakan dalam berbagai kesempatan dan platform media. Tidak hanya di Balong, seruan penolakan juga digaungkan di beberapa tempat umum. Seperti di Bundaran Ngabul Jepara.

Bahkan, ketika memasuki Desa Balong, setiap orang akan dihadapkan dengan spanduk-spanduk bertuliskan kalimat-kalimat perlawanan. Mulai dari gapura, persimpangan jalan, sampai lokasi Pantai Mahbang yang menjadi daratan terdekat dengan titik rencana pengerukan pasir laut itu.

Selain warga setempat dan Forum Pinggir Jepara, massa yang menyatakan dukungan penolakan selain KAWALI hadir dari berbagai daerah. Seperti BEM Universitas Muria Kudus (UMK), Aliansi Mahasiswa Kudus, LBH Semarang, Walhi Jateng, GUSDURian Semarang, dan sejumlah aliansi lainnya.

Dafiq, koordinator aksi penolakan mengaku telah banyak mendapat dukungan dari banyak aliansi dan aktivis. Mereka mengaku siap jika kondisi memaksa untuk melakukan aksi penolakan secara langsung. Namun, karena masih kondisi pandemi, pihaknya menahan adanya kerumunan massa..

Sebenarnya massa aksi sudah banyak yang dari luar sini. Tapi kita tetap menghormati Satgas Covid-19 karena masih pandemi. Jadi, kalaupun ada aksi, kami lakukan terbatas,” ungkap Dafiq usai menggelar aksi penolakan saat DLH Jepara dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng menyurvei lokasi di Pantai Mahbang, Selasa (4/5/2021)

Dafiq, mengetahui bahwa beberapa waktu lalu sejumlah warga mendapatkan sogokan berupa uang Rp 50 ribu.,“Kemarin beredar tanda tangan (persetujuan warga Balong, red) diberi uang Rp 50 ribu. Masyarakat tidak tahu. Katanya dari orang yang akan ikut pencalonan bupati. Tapi belum jelas juga,” terang Dafiq, Selasa (4/5/2021).

Diketahui, pasir di perairan laut Balong akan dikeruk untuk menguruk proyek tol Semarang-Demak. Saat ini, proses yang masih berlangsung adalah penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara dan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah melakukan survei di Pantai Mahbang di Desa Balong, Kecamatan Kembang Jepara, Saat survei lokasi berlangsung, sempat terjadi ketegangan antarwarga setempat dengan oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM).. Selasa (4/5/2021).

Saat pihak penyurvei hendak melihat bibir pantai yang sudah terkena abrasi, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berseragam hitam yang berniat mengendalikan massa. Oleh massa, lelaki itu kemudian diusir karena dianggap penyusup. Dia berhasil diusir setelah sebelumnya beradu mulut dengan massa penolak.

Eko, salah satu tokoh massa, mengatakan lelaki tersebut ingin mengambil keuntungan dalam kesempatan proyek tersebut. Dirinya menilai, lelaki itu seolah-olah ingin menjadi komunikator dari pihak massa, bahwa mereka tidak menolak adanya proyek tersebut. Warga Balong tidak bisa diatur untuk setuju dengan kemauan proyek itu. Jelas-jelas warga solid menolaknya,” kata Eko.

Sementara itu, Elida Farikha, Kepala DLH Jepara tidak berkenan memberikan informasi lebih banyak saat di lokasi survei. Dirinya mengaku hanya ingin menyurvei lokasi abrasi di bibir pantai. “Ini cuma survei saja. Survei abrasi. Saat ini kan, masih dalam penyusunan AMDAL,” ujar Elida.

Penulis – Purnomo

About suara javaindo

Check Also

PIRA Kota Semarang Gelar Donor Darah, Dalam rangka HUT Partai Gerindra Ke-14

SEMARANG – SUARAJAVAINDO.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra melalui sayap partainya, Perempuan Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.