Kadarlusman : Lebaran Ditengah Pandemi Masyarakat Dihimbau Tidak Mudik.

SUARAJAVAINDO.COM. SEMARANG.

Pemerintah akhirnya secara resmi melarang semua kegiatan mudik pada Lebaran tahun ini. Ini berarti, mudik yang sempat dibolehkan di wilayah aglomerasi pun, juga dilarang. Tujuan pemerintah positif dan jelas, menghindari penularan virus Covid-19 yang lebih luas.

Meski sudah ada larangan, namun masyarakat seakan tidak dapat membendung kerinduannya kepada keluarga di kampung halaman. Mereka pun tetap nekat mudik mendahului waktu larangan mudik yang ditetapkan pemerintah.

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tetap nekat mudik dan telah terlanjur mudik? Tentu harus ada perhatian lebih kepada mereka. Para pemudik tentu mengalami kelelahan selama perjalanan, meski mereka menggunakan kendaraan umum. Jika lelah, sudah tentu imun akan menurun.

Bisa jadi, di tempat tinggal mereka, terjadi penularan virus Covid. Namun karena imun kuat, mereka tidak terjangkit. Tetapi jika imun sudah menurun, kewaspadaan menjadi hal utama. Sebab saat Lebaran, mereka di kampung halaman tentu tidak lantas duduk diam beristirahat di rumah.

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat usai sholat Idul Fitri, mereka akan saling berkunjung antar keluarga, antar tetangga, jalan-jalan di pusat perbelanjaan, makan di restauran, bahkan mengunjungi objek wisata.

Masih ingat kan, dengan kejadian akhir bulan April lalu, sebanyak 25 warga Sampangan Gajahmungkur Semarang terkonfirmasi positif Covid-29 usai takziah dari Temanggung dan sempat mampir ke magelang?

Nah di situasi saat ini, pemerintah melonggarkan pariwisata saat libur Lebaran, meski objek wisata, restauran dan pusat perbelanjaan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat. Namun apakah semudah itu penerapannya?

Bagaimana langkah Pemkot Semarang jika kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan dan objek wisata membludak? Apakah sudah ada antisipasi akan hal tersebut, dan secara tehnis apa yang akan dan harus dilakukan?

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menjelaskan sebaiknya masyarakat kota Semarang apabila mau bepergian mohon untuk menaati protokol kesehatan yang dicanangkan pemerintah,
mengingat masa liburan lebaran yang merupakan tradisi tahunan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri berpotensi melupakan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam Dialog Bersama Parlemen Kota Semarang dengan tema ” Lebaran Ditengah Pandemi ” yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Diamond Ballroom Hotel Pesona jalan Depok 33 Kota Semarang, Rabu (5/5/2021).

“Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat diperlukan, hal ini mengingat bukan hanya tugas pemerintah saja namun masyarakatpun mau membantu dalam mencegah penyebaran covid-19 dimasa lebaran yang akan datang,” terang Pilus sapan akrab Kadarlusman.

Sementara Pemerhati Kebijakan Publik Pujo Rahayu Risan menuturkan setidaknya menjelang Lebaran yang merupakan tradisi yang sudah membudaya untuk merayakan kemenangan bagi umat muslim perlu adanya sosialisasi prokes.

“Pemerintah Daerah sebaiknya terus melakukan sosialisasi prokes, begitu juga kalangan dewan bisa ikut membantu mensosialisasikan melalui dapil-nya masing-masing, sehingga kasus Covid tidak meningkat akibat libur Lebaran,” tutur Pujo.

Menurutnya, tradisi budaya Lebaran pada umumnya masyarakat merayakan hari Raya Idul Fitri dengan kesenangan yang terbiasa berwisata, berkumpul dengan sanak saudaranya, namun Lebaran di masa Panedmi kebiasaan itu harus dirubah dengan tidak berbiasa.

“Kondisi inilah yang masih sulit dikendalikan, jika tidak ada kesadaran sendiri dari masyarakat bisa jadi potensi kasus Covid naik lagi, seperti Lebaran tahun lalu,” ujarnya.

Pemerintah lebaran tahun ini melarang masyarakat untuk.mudik, namun disisi lain swmwntara mall dan twmpat wisata boleh buka, hal.ini merupakan peoblem.juga

Pada kesempatan sama Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menerangkan Pemerintah lebaran tahun ini
melarang agar masyarakat tidak mudik. hal ini dikarenakan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Namun disisi lain mall dan tempat tempat wisata dikota Semarangboleh buka. Hal ini merupakan problem juga, nah resikonya semua ke publik itu sendiri. Maka dari perlu adanya kolaborasi dan sinergisitas tanpa itu sulit sekali,” ucap Pujo

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari bahwa Dinas Pariwisata Kota Semarang akan melakukan pengawasan ketat terhadap.mall, tempat rempat wisata serta area publik di Kota Semarang saat liburan Lebaran mendatang sebagai antisipasi pencegahan penyebaran covid-19.

” Selama liburan Lebaran pihaknya akan melakukan pengawasan bekerja sama dengan Satpol.PP, Aparat Kepolisian dan TNI pada tempat keramaian di Kota Semarang,” terang Iin.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran covid19 serta meminimalisir terjadinya kerumunan khususnya pada destinasi wisata, sejumlah tempat perbelanjaan, hotel maupun tempat keramaian laun yang berpotensi menimbulkan cluster baru ” tutupnya.

** Taufiq

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Bahagia dan Haru Warnai Acara Pisah Sambut Kepala SMAN 4 Semarang

SEMARANG SUARAJAVAINDO.COMSMA Negeri 4 Semarang Gelar Pisah Sambut Kepala Sekolah baru dari sebelumnya dijabat oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.