Mengenal Dan Manfaat Tanaman Mahoni dalam Kawasan Hutan Perum Perhutani

SUARAJAVAINDO.COM Tanaman Mahoni bahasa latinnya (Swietenia mahagoni) di Perum Perhutani dibudidayakan untuk tanaman tepi juga untuk tamanan produksi Kehutanan setelah Tanaman Jati (tectona grandis). Pohom mahoni ini seperti yang telah dikutip oleh Foresteract.com tanaman yang berasal dari Hindia Barat. dan kini tumbuh subur yang ada di hutan Pulau Jawa.


Di Kawasan Hutan KPH Mantingan banyak terdapat di kawasan Bagian Hutan Sulang Timur hutan Sulang Barat dan sebagian di Bagian Hutan Kalinanas. Disamping harganya juga cukup mahal kayu mahoni bisa tumbuh subur di kawasan yang ketinggiannya 0-1000 dpl.


Selain itu kayu mahoni memiliki kualitas yang baik untuk mebeler kerangka rumah. serta kualitasnya sedikit dibawah Kayu Jati. Buah dan biji mahoni bisa untuk obat herbal antara lain , menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar lemak dalam darah, mengobati diabetes, mengobati malaria, membunuh sel kanker, dan melawan infeksi.


Dalam Kawasa Hutan Tanaman Mahoni berfungsi untuk menangkal hama ataupun penyakit kayu yang mau menyerang kawasan tanaman Jati. disamping kayunya juga mahal mahoni tergolong cepat dan bisa tumbuh dimana-mana dan mudah ditemukan.
Tanaman Mahoni juga mampu hidup ditanah yang gersang sekalipun. karena Tanaman mahoni jenis tanaman yang menyukai tanah yang bersolum dalam.


Tanaman Mahoni juga Mampu tumbuh dengan ketinggina 40 meter dengan diameter dapat mencapai 120 cm. Batangnya lurus menjulang tinggi, banyak cabang, tidak berbanir bentuk silindris, batang berwarna kemerahan.
Karena Tanaman Mahoni itu tanaman keras Perhutani Mantingan banyak membudidayakan tanama ini. disamping untuk furniture juga banyak manfaatnya untuk penyerapan air waktu hujan, disamping pohonnya rindang dan juga dan menghasilkan oksigen cukup banyak.


Di KPH Mantingan Tanaman mahoni banyak di temukan di semua kawasan hutan. baik untuk tanaman tepi maupun untuk tanaman kehutanannya. di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebon dipinggir jalan Raya Rembang Blora KM 22 masih cukup banyak. begitu masuk jalan itu udaranya terasa sejuk dan segar.


Kepala seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Sudartomo ketika dihubungi lewat telepon mengatakan bahwa untuk tahun 2020 permintaan kayo mahoni lesu. Hal ini dikarenakan belum ada order dari pasar dan buyer. Saat ini kayu mahoni 80% hasil olahannya itu diexport kenegara Eropa. untuk pasar dalam negeri agak lesu. “terangnya.
Sigit.

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Pelayanan Publik di Salatiga Lemot, Fraksi Gerindra Kirimkan Surat Aduan

SUARAJAVAINDO.COM, SALATIGA – Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Salatiga Agus Pramono menilai pelaksanaan pelayanan publik di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.