Menjelang Hari Kartini, Sejumlah Wanita Melakukan Doa Bersama di Makam Pejuang Wanita

SUARAJAVAINDO.COM, BLORA – Sejumlah wanita inspirasi tangguh hari ini melakukan bersih-bersih di makam pejuang Aceh Potjut meurah intan, yang ada di kompleks makam Tegalsari, kelurahan temurejo kecamatan Blora kota, Kabupaten Blora Jawa tengah ,” selasa (20/04/2021)

Dengan membawa alat-alat kebersihan, Beberapa wanita tangguh yang ada di kecamatan Blora kota hari ini melakukan bersih-bersih di makam Potjut meurah intan, acara tersebut dilakukan atas tergeraknya dari hati dan perhatin dengan kondisi makam Yang Tak terawat, Selain itu itu hari ini juga menjelang memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21/04/2021 besok.

Salah satu wanita inspirasi tangguh wijayanti litasari,” menyampaikan ini permintaan pemuda-pemudi penerus generasi yang ada di Kabupaten Blora minta pemerintah Kabupaten Makam bangsawan yang ada di sini dan juga termasuk Makam pahlawan perempuan bisa dilestarikan dijadikan cagar budaya sejarah generasi yang yang akan datang mudah-mudahan pemerintah mengerti dan mau sedikit mengambil simpati untuk makam yang ada di kompleks makam Tegalsari,” ucapnya

“Kami mohon kepada pemerintah untuk dukungannya supaya cagar budaya ini dilestarikan untuk anak cucu kita.”

Ditanya mengenai acara bersih-bersih ini Wijayanti mengungkapkan acara ini tergerak karena waktu itu teman-teman sempat kesini dan tidak bisa ikut hadir Selain itu besok kan memperingati hari Kartini jadi selain di Rembang ada Makam pahlawan Kartini tetapi di sini juga ada makan Srikandi Aceh yang gagah berani melawan Belanda, mudah-mudahan eyang potjut meurah intan ini menjadi inspirasi bagi wanita Blora,” terangnya

Sementara itu wanita tangguh Yuniarti juga menyampaikan hal sama yakni agar pemuda pemudi seluruh masyarakat Kabupaten Blora untuk mencintai sejarah dan perjuangan para pahlawan wanita dan pendahulu pendahulu kita,”

Untuk diketahui, Pocut Meurah Intan ditangkap oleh Belanda pada tahun 1902 dan diasingkan ke Blora pada tahun 1905 karena dirasa perjuangannya membahayakan. Selama di Blora, ia tinggal dan dirawat oleh salah satu keluarga di Desa Kauman (sekarang sebelah utara Masjid Agung Baitunnur Blora) dan meninggal pada tahun 1937 tepatnya pada tanggal 20 September sesuai yang tertera pada nisan makamnya.

Kegiatan bersih-bersih tidak hanya dilakukan pada Makam Pocut Meurah Intan saja, namun juga makam pejuang 1945 yakni M Abu Umar Imam Chourmain yang letaknya bedekatan. Nama Abu Umar sendiri dijadikan nama jalan mulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora ke barat menuju lapangan Bhayangkara,” tutup

Selesai acara bersih-bersih dilakukan doa bersama dan tabur bunga di makam potjut Mirah Intan dan makam sahabatnya Donomuhamad sekaligus yang merawat beliau saat dalam pengasingan di Kabupaten Blora yang ada di makam komplek Tegalsari.

Solikin

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Dasum, Optimis Perolehan PDIP Blora Minimimal 20 Kursi

SUARAJAVAINDO.COM, BLORA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pemenang pemilu tahun 2019, untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.