Tourne Yang Melelahkan Dalam Kawasan Hutan Saat Mobil Tour Terperosok di Kubangan Lumpur

SUARAJAVAINDO.COM, – REMBANG. Untuk melihat dari dekat penanaman kawasan hutan dimusim hujan, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan lakukan lawatan ke petak-petak tanaman yang pertumbuhannya diatas 97% bersama dengan Agus Mulyanto sp perencanaan tanaman. Kamis (15/4)

Perjalanan pertama menuju petak 6c luas 17 hektar jenis tanaman Kaliandra dengan jarak tanam 2 x 1 dengan sistem tanam banjar harian. pertumbuhan tanaman Kaliandra cukup bagus namun ada beberapa tanaman dengan daun menjadi kuning ujungnya tetapi tidak mati. “ujar Rusman mandor tanam Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Jukung yang menjelang pensiun.

Rusman melanjutkan bahwa, untuk kaliandra yang ia tanam bulan April 2020 bahkan untuk lereng yang paling bawah udah mencapai hampir 1,5 meter. Ia berharap walaupun nanti saya sudah pensiun Rusman ingin tetap menjadi rimbawan walaupun menjadi tenaga kontrak. pucuk dicinta ulampun tiba, Asper Demaan pun langsung merespon harapan Rusmanto. Karena kinerja yang baik selama ini, iapun akan mengusulkan kembali Rusmanto tetap menjadi tenaga mandor tanam lagi untuk BKPH Demaan. “Terangnya.

Dari RPH Jukung langsung meluncur ke BKPH Medang ke petak 111 A luas 0,79 hektar RPH Nglangitan BKPH Medang dengan tanaman pokoknya Mahoni. sistem tanamanya tumpangsari. Pertumbuhan tanaman cukup baik namun untuk kebersihan lahan masih kurang “ jelas Widodo kepada Mandor tanamnya yang juga didampingi oleh Asper Medang Jadi Kurniawan.

Dari petak petak 111 a kendaraan melaju lewat petak 61 yang nota bene berlumpur dan berbatu. Kendaraan double kabin itu malah terperosok dalam jalan berlumpur. untuk mengendarai kendaraan di dalam kawasan hutan butuk skiil yang tinggi. agar kendaraan tetap pada jalur di bebatuan.

Karena kendaraan gak bisa maju kami bertiga pun turun. untuk melihat ke bawah. ternyata roda terperosok lumpur. kita mencoba mencari batu dan tenaga bantuan. Selang beberapa Asper Medang Jadi Kurniawan bersama anak buahnya ikut membantu kendraraan keluar dari kubangan lumpur. hampir 2 jam kendaaraan baru bisa keluar dari jalur licin dan trek tanjaan di BKPH Medang.

Tourne dilanjut ke BKPH Kalinanas Kabupaten Blora paling ujung barat selatan di RPH Sumberjo BKPH kalinanas di petak 11C luas 9,98 hektar tanaman pokok sengon,untuk tanaman pengisinya mahoni. sistem tanam banjar harian dengan jajar 3×3. untuk tinggi kerataan tanaman masih belum merata. Ujar Widodo begitu menginjakkan kaki di petak 11C.

Widodo langsung berdiskusi kecil dilapangan dengan Asper kalinanas Endang Supriyanto yang didampingi KRPH Sumberjo Anis dan mandor tanam Lasmin. Widodo mengharapkan untuk tanaman di RPH Sumberjo dari beberapa hektar yang ada mininal nanti ada tanaman unggulan yang bisa diajukan dalam penilaian tanaman tingkat KPH dan tingkat Divisi Regional.

“Widodo menambahkan ,masukan apa yang kurang atau BKPH mau bagaimana buat rumusan untuk disampaikan ke KPH ini adalah kerja team jadi kami nanti bisa membuat kebijakan sesuai dengan rumusan yang disampaikan masing-masing Asper.”Tutur Widodo, sambil mengakhiri diskusi kecil ,karena hari sudah menjelang sore. Sigit (SJ)

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Kolaborasi ORMAWA UNDIKMA Ajak Kecamatan dan Desa Sinergi Lakukan Pengabdian Masyarakat

SUARAJAVAINDO.COM, LOMBOK TIMUR -Organisasi Kemahasiswaan adalah tempat berkembangnya nalar kritis untuk peduli kepada masyarakat. Organisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.