Digitalisasi Sistem Informasi Tanaman di SMA Negeri 4 Semarang dengan Barcode Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2021

SUARAJAVAINDO.COM. SEMARANG.Jalan Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional
Pada bulan September 2016, penulis diberi amanah sebagai Kepala SMA Negeri 4 Semarang, dimana sebelumnya menjadi Kepala SMA Negeri 14 Semarang.

Berbekal pengalaman memimpin SMA Negeri 14 Semarang yang telah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, penulis ingin membawa keberhasilan tersebut di sekolah yang baru.

Melalui visi misi pribadi “Selalu Berinovasi untuk Berprestasi” penulis melakukan serangkaian evaluasi diri untuk membuat peta menuju sekolah Adiwiyata. Atas dasar evaluasi dan peta sekolah Adiwiyata, penulis membentuk Tim Adiwiyata SMA Negeri 4 Semarang.

Tim mengubah visi sekolah sesuai program sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah berbudaya lingkungan. Kemudian di tahun 2017 tim mengajukan sebagai calon sekolah Adiwiyata tingkat Kota Semarang. Dan di tahun 2017 juga, SMA Negeri 4 Semarang ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Semarang.

Keberhasilan terus berlanjut, dimana pada tahun 2019 SMA Negeri 4 Semarang ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kemudia, pada tahun 2021 ini, SMA Negeri 4 Semarang menuju sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Keunikan sekolah Adiwiyata di SMA Negeri 4 Semarang adalah memiliki “Hutan Mini Sekolah” (HMS), serta penanaman pepohonan di seluruh lingkungan sekolah. Penanaman pepohonan di seluruh lingkungan sekolah adalah sebuah program “menghutankan sekolah”, yaitu menanami setiap bidang sekolah yang mampu menghijaukan sekolah, dengan tanpa merusak estetika sekolah.

Lewat program penanaman pohon di lingkungan sekolah tersebut menjadikan SMA Negeri 4 Semarang menjadi salah satu titik paru-paru Kota Semarang.
Penulis juga terus berinovasi dalam pengelolaan sekolah Adiwiyata di SMA Negeri 4 Semarang ini. Penulis melakukan berbagai inovasi mengelola, menjaga dan membudidayakan, serta menyebarkan informasi koleksi tanaman tersebut. Salah satu inovasi yang penulis lakukan adalah melakukan inventarisasi dan digitalisasi informasi tenaman koleksi SMA Negeri 4 Semarang.

Digitalisasi informasi tanaman ini sesuai perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, dimana para siswa dan masyarakat sekarang telah memiliki handphone canggih (smartphone). Dimana fungsi dari smartphone sekarang telah bergeser bukan hanya untuk komunikasi saja, namun lewat smartphone kita mampu melakukan berbagai hal seperti: bermain game, akses internet, menyimpan data, dan sebagainya.
Sistem Informasi Tanaman Barcode di SMA 4 Semarang

Fungsi sekolah adiwiyata diantaranya sebagai tempat melestarikan tanaman dan sebagai paru-paru kota. Namun, lebih dari itu, di SMA Negeri 4 Semarang berfungsi sebagai riset akademik. Siswa dan guru dapat mempelajari keanekaragaman hayati tumbuh-tumbuhan bagi pengembangan iklim akademis di SMA Negeri 4 Semarang ini.

Pada awalnya, sekolah hanya menyediakan plang nama yang berisikan informasi tentang tanaman. Namun, plang tidak bisa menyediakan informasi secara mendetail. Artinya, plang nama tumbuhan sudah tidak mampu memberikan informasi mendetail sesuai kebutuhan pencari informasi.
Berdasarkan dengan kebutuhan akademis serta pendokumentasian informasi koleksi tanaman di SMA Negeri 4 Semarang, tim Adiwiyata membuat Sistem Informasi Tanaman (SIT) berbasis Android.

Aplikasi SIT menyediakan berbagai informasi secara lengkap tentang suatu tanaman di lingkungan sekolah. Cara kerja sistem ini adalah dengan men-scan barcode di setiap tanaman dengan perangkat HP Android. Dengan teknologi ini, akan dapat mewujudkan sebagai sekolah Adiwiyata nasional.
Barcode pada dasarnya adalah susunan garis vertikal hitam dan putih dengan ketebalan yang berbeda, sangat sederhana tetapi sangat berguna, dengan kegunaan untuk menyimpan data-data spesifik.

Teknologi dalam membaca barcode tersebut terus berkembang, yang paling cepat dan efisien dengan perkembangan tenologi adalah dengan scanner. Cara ini sesuai dengan aplikasi SIT berbasis android yang dikembangkan di SMA Negeri 4 Semarang.

Dengan memanfaatkan barcode, penulis melihat adanya suatu terobosan baru yang dapat diterapkan di SMA Negeri 4 Semarang sebagai sekolah Adiwiyata. Inovasi ini sebagai upaya peningkatan pelayanan informasi bagi seluruh civitas akademika SMA Negeri 4 Semarang.

Harapannya, tanaman yang berada di lingkungan SMA Negeri 4 Semarang ini dapat menjadi tempat untuk mengedukasi masyarakat akan arti penting pelestarian tanaman bagi kehidupan manusia. Kemudian, penerapan teknologi barcode tanaman di SMA Negeri 4 Semarang sekaligus dapat menginspirasi sekolah-sekolah Adiwiyata lainnya untuk mengadopsi sistem ini.

Penutup

Inovasi digitalisasi tanaman di SMA Negeri 4 Semarang dengan barcode dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang suatu tanaman yang dibudidayakan di SMA Negeri 4 Semarang secara detail dan lengkap. Disamping itu, kemajuan teknologi smartphone dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang tanaman yang telah diinput datanya oleh tim dengan cara memindai barcode. Dengan barcode akan meminimalisir pemakaian media papan nama dalam menginformasikan tentang tanaman.

Kepala SMAN 4 Semarang
Dra.Wiji Eny Ngudi Rahayu, M.Pd

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

Para Guru SMP 24 Semarang Yang Sudah Purna Tugas Gelar Temu Kangen di Soto Boyolali H. Talkhis

SEMARANG.SUARAJAVAINDO.COMMantan Guru SMP Negeri 24 Semarang yang sudah purna tugas mengadakan acara temu kangen, nglumpukke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.