Ketua FKUB Jateng KH Taslim Syahlan : GTrend Intoleransi Masih Tinggi

SUARAJAVAINDO.COM SEMARANG

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, KH. Taslim Syahlan melaporkan trend intoleransi masih tinggi. Laporan tersebut disampaikan saat penutupan rapat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari 10 Provinsi zona tengah di Hotel Aston Inn Semarang,.Rabu (24/3/2021).

“Dalam catatan kami benih-benih intoleransi masih sangat banyak dan trendnya terus naik. Bahkan intoleransi di internal agama juga sangat tinggi, misal kasus Ahmadiyah dan Syi’ah di dalam Islam,” ujar Taslim seusai acara yang digagas oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama itu.

10 provinsi yang hadir seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Bali NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah juga melaporkan kondisi kerukunan umat beragama di daerah masing-masing. Laporan itu disampaikan di hadapan Wakil Menteri Agama, KH. Zainut Tauhid.

Dalam pelaporannya, Taslim mengatakan beberapa kasus sudah dapat ditangani seperti penolakan Gereja di Malangsari Tlogorejo Semarang, Gereja Ndermolo Jepara, dan saat ini masih berjalan mediasi penolakan gereja di Kabupaten Sukoharjo.

“Beberapa kasus yang sudah kami selesaikan adalah penolakan gereja di Malangsari Tlogorejo Semarang dan gereja di Ndermolo Kabupaten Jepara yang sudah 19 tahun tak dapat dipakai karena ditolak warga, akhirnya tanggal 4 Januari kemarin kami berhasil meyakinkan warga dan forkompimda setempat untuk mendukung memulihkan hak jemaat gereja tersebut untuk beribadah. Nanti saat perayaan paskah sebentar lagi kami akan kesana untuk mendukunf perayaan paskah pertama di Gereja tersebut sebagai pesan kepada umat Nasrani jangan takut merayakan paskah,” beber Taslim menceritakan kasus yang ia tangani.

“Lalu saat ini kami tengah menangani kasus penolakan rumah ibadah di Kabupaten Sukoharjo,” imbuh Taslim.

Taslim mengatakan bahwa pihaknya mendorong para tokoh agama untuk turut membantu permasalahan intoleransi yang ada.

“Tugas kami bersama para tokoh agama adalah mendorong terciptanya saling mendukung dalam hal kehidupan beragama secara kondusif. Seperti yang terjadi di Sukharjo itu kami FKUB menyediakan atau membantu memenuhi kekurangan legalitas dalam hal pembangunan rumah ibadah, bukan menghakimi,” jelasnya.

Wamenag KH. Zainut Tauhid mengatakan bahwa pihaknya mendorong masyarakat untuk menghayati kebhinekaan yang ada di masyarakat Indonesia dengan cara saling menghormati.

“Di dalam masyarakat yang bhineka itu dibutuhkan satu norma keagamaan yang moderat. Dalam rapat koordinasi FKUB Nasional ini kami juga melakukan evaluasi terhadap kejadian-kejadian intoleransi yang terjadi di masyarakat,” jelas Tauhid.

“Kami memberikan penekanan kepada para tokoh-tokoh agama utamanya yang tergabung dalam FKUB agar aktif mendorong dialog antar agama. Karena apa? Penyelesaian koflik umat beragama, termasuk penolakan rumah ibadah itu lebih efektif menggunakan peran tokoh agama daripada menggunakan aparat keamanan atau hukum,” pungkasnya. 

Di akhir, KH  Taslim Syahlan memberikan piagam Watugong kepada KH. Zainut Tauhid sebagai simbol komiten para tokoh linta agama di Semaramg dan Jawa Tengah dalam menegakkan toleransi. Piagam Watugong sendiri adalah prasasti yang ditandatangani oleh 43 organisasi keagamaan di Jawa Tengah pada bulan Oktober 2020 lalu.

** Taufiq/akhsn

Tentang suara javaindo

Periksa Juga

300 Dosen Dan Guru Besar Mengikuti Konferensi Nasional Hukum Perdata Ke VII di UNTAG Semarang

SEMARANG – SUARAJAVAINDO.COM – Sebanyak 300 Dosen dari seluruh Universitas di Indonesia mengikuti Konferensi Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.